Duit Arisan Rp 1 Miliar Milik Emak-emak Dikuras Buat Bangun Rumah 

Mojokerto, Pelitabaru.com

Ketua arisan lebaran Tarmiati alias Mia (42) diringkus polisi. Ibu dua anak warga Desa Kembangsri, Ngoro, Mojokerto ini menipu ratusan emak-emak hingga para korban rugi Rp 1 miliar.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan Mia kabur bersama suami dan dua anaknya sejak 6 April 2021. Tim gabungan Polsek Ngoro dan Satreskrim Polres Mojokerto dikerahkan untuk memburu bos arisan lebaran tersebut.

Mia dan keluarganya diringkus di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jateng.

“Kami tangkap pelaku bersama suami dan dua anaknya di Sragen, Jawa Tengah,” kata Dony kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Sabtu (22/5/2021).

Selain meringkus Mia, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari pelaku. Antara lain mobil Toyota Avanza hitam nopol S 1481 NI, pikap Mitsubishi Colt T nopol S 8587 RA, uang Rp 2,1 juta, 3 buku tabungan, 1 kartu ATM, serta pembukuan arisan lebaran.

Saat ini, Mia masih menjalani pemeriksaan di kantor Satreskrim Polres Mojokerto.

Sementara itu, Mia mengakui perbuatannya menipu ratusan emak-emak senilai Rp 1 miliar. Uang sebanyak itu dia habiskan untuk membangun rumah dan membayar utang.

“Kurang lebih uang arisan yang saya habiskan Rp 1 miliar,” kata Mia.

Ia mengungkapkan, dia menggunakan uang arisan lebaran dari para peserta untuk membangun rumahnya di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Pembangunan rumah pada tahun 2018 itu menghabiskan dana Rp 450 juta.

“Saya bangun rumah belakang untuk garasi dan gudang untuk menyimpan barang-barang, seperti sembako. Setelah itu saya kekurangan uang terus,” terangnya.

Selain itu, uang arisan lebaran juga dia gunakan untuk membayar angsuran yang mencapai Rp 50 juta per bulan. Karena dia menggadaikan 3 sertifikat rumah, 2 BKPB mobil miliknya, serta 8 BPKB sepeda motor.

Sertifikat rumah yang dia gadaikan ke bank senilai Rp 600 juta milik saudara, kakak dan keponakan ibu tirinya. Mia banyak berutang untuk mengembalikan uang para peserta yang dia pakai membangun rumah dan kebutuhan pribadi lainnya.

“Total angsuran tiap bulan hampir Rp 50 juta untuk menyicil tiga sertifikat rumah, BPKB dua mobil dan 8 BPKB sepeda motor,” ungkapnya.

Kesulitan keuangan yang dialami Mia semakin rumit tahun 2020. Dia mengaku tak mampu lagi meminjam uang untuk membayar uang arisan sebagian peserta.

Ibu dua anak ini kemudian meminta para ketua kelompok arisan untuk menyediakan dana talangan. Dia mempunyai 6 kelompok arisan lebaran.

“Setelah lebaran (Idul Fitri tahun 2020) uang para ketua kelompok saya kembalikan pakai uang arisan (arisan lebaran 2021),” jelasnya.

Puncaknya, Mia tak mampu mengembalikan uang arisan 200 lebih peserta menjelang Idul Fitri 2021. Nilainya mencapai Rp 1 miliar. Dia akhirnya memilih kabur bersama suami dan dua anaknya ke Jawa Tengah pada 6 April lalu, atau 5 pekan sebelum lebaran.

Ratusan emak-emak yang menjadi korban arisan lebaran Mia kemudian melapor ke Polsek Ngoro, Mojokerto pada 15 April 2021. Para korban diwakili 6 ketua kelompok arisan melaporkan Mia ke polisi. (detik.com/acs)

Tags: , ,