Dosen IPB Ajak Warga Cimahpar Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Tanam Sayur

Bogor, Pelitabaru.com

Hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda, ditengah pandemi ini masyarakat harus menjaga kesehatan dan terus meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya dengan cara mengkonsumsi sayur mayur yang dapat ditanam di pekarangan rumah.

Sejumlah Dosen Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University dalam Kegiatan Dosen Mengabdi mengajak warga Cimahpar agar memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk ditanami sayur sayuran di PKWT Mawar Bodas, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (24/10/2021).

Dosen Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University Ir. Hermawan Wana, MSi menuturkan, menanam sayur dengan cara yang baik dan benar atau dikenal dengan istilah GAP (Good Agricultural Practices) akan mendapatkan hasil yang berkualitas dan menyehatkan. Selain itu dengan menanam sayur di pekarangan rumah, akan mengurangi pengeluaran rumahtangga, bahkan kalau pekarangan luas dapat meningkatkan kesejahteraan rumahtangga.

“Kami mangajak masyarakat Cimahpar khususnya anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Bodas untuk menanam sayuran di pekarangan rumah yang dapat memberikan kemanfaatan bagi rumahtangga, baik dari segi teknis maupun secara ekonomi. Pekarangan dapat dimanfaatkan untuk menambah estetika rumah dan bisa juga sebagai penambah penghasilan keluarga dengan memanfaatkan lahan dan waktu luang yang tersedia,” kata Hermawan Wana.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan ditanami dengan tanaman hortikultura merupakan kegiatan urban farming yang kini kian diminati oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan lantaran sepenuhnya menerapkan sistem penanaman organik, yang tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintesis.

Uding Sastrawan, SP., MSi Dosen Program Studi Manajemen Agribisnis, Sekolah Vokasi IPB University lainnya menambahkan, salah satu pilihan tanaman hortikultura yang cocok untuk urban farming yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dengan peluang pasar besar dan luas adalah cabai (capsicum annuum L).

“Budidaya cabai tidak terbatas hanya dilakukan di lahan sawah atau ladang, namun untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga cabai dapat ditanam di pekarangan rumah dalam media polybag, pot atau lainnya,” imbuhnya.

Uding menjelaskan, selain buah cabai yang biasa dikonsumsi masyarakat, sekarang dengan adanya varietas cabai hias seperti cabai Najla dari IPB University ini, juga dapat memanfaatkan nilai estetika.

Baca Juga :  Pemdes Laladon Siapkan Nasi Bungkus

“Dan hal ini merupakan peluang bisnis dari tanaman cabai hias dalam pot dengan harganya yang cukup menarik,” jelas Uding.

Sementara itu, menurut Ayutyas Sayekti, SE, MSi, yang juga Dosen Program Studi Manajemen Agribisnis, Sekolah Vokasi IPB University, pada era new normal ini melakukan urban farming maupun memanfaatkan pekarangan rumah dapat menjadi solusi bagi ibu-ibu maupun anak muda yang terpaksa harus dirumahkan untuk mendapatkan penghasilan dan juga mengisi waktu luang.

“Masa panen sayur yang cenderung lebih cepat dan pemeliharaan yang lebih mudah serta tidak membutuhkan lahan pekarangan yang luas dapat menjadi salah satu income. Desa Cimahpar sudah melakukan urban farming pada sayuran kangkung dan bayam, maka dengan kebiasaan orang di Jabodetabek yang senang makan dengan sambal sangat baik peluang usaha dalam menanam cabai,” ungkapnya.

Menurutnya, penjualan hasil panen sudah dilakukan dengan menggunakan media sosial, tetapi belum maksimal.

“Diharapkan untuk mengoptimalkan penjualan dari hasil panen kelompok wanita tani mawar bodas maka akan dibuat website, Instagram dan tiktok dengan memberdayakan anggota KWT mawar bodas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dosen lainnya, yakni Ani Nuraeni, SPd, MPd, menuturkan pekarangan rumah yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh dalam menjaga kesehatan.

“Kita harus membiasakan hidup sehat dengan cara memperhatikan kebersihan dan kesehatan, berolahraga secara teratur dan yang paling penting adalah menjaga pola makan dengan memperhatikan asupan makanan yang bergizi, beragam dan seimbang,” tuturnya.

Selain itu, kata Ani, keuntungan lain dengan menanam sayuran di pekarangan rumah sendiri adalah sayuran terhindar dari peptisida atau bahan kimia lain nya. Dia menjelaskan, sayuran yang di konsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi seseorang dalam sehari sekitar tiga sampai lima porsi, dimana satu porsi sayuran sekitar 100 gram.

“Terutama bagi anak-anak yang sulit untuk mengkonsumsi sayuran, kita dapat memodifikasi hasil olahan sayuran menjadi berbagai macam hidangan yang menarik, sehingga kebutuhan serat dan vitamin yang berasal dari sayuran dapat terpenuhi,” pungkas Ani Nuraeni. (adi/*)

Tags: , , , ,

Don`t copy text!