Diduga Palsukan AJB, Oknum Kades Serobot Tanah Warga

Pandeglang, Pelitabaru.com

Seorang oknum Kepala Desa (Kades) berinisial YS di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, diduga memanipulasi data Akta Jual Beli (AJB) tanah yang terletak di desa tersebut seluas 6225 M2. Sehingga, tanpa sepengetahuan pemilik tanah tiba-tiba kini dikuasai dan beralih kepemilikannya kepada oknum kades YS.

“Oknum kades YS diduga merampas tanah tanpa sepengetahuan dari pemilik sebenarnya, dan kemudian oleh YS di jual tanah tersebut dengan cara dibuat kavling kepada masing-masing orang hingga terbit Akta Jual Beli yang dikeluarkan oleh PPAT camat,” kata Walno Rofiyanto SH, ketua tim pengacara kantor hukum RFP (Rofi Fadhly & Partner) selaku penerima kuasa dari pemilik tanah tersebut, Selasa (20/7/2021).

Rofi menjelaskan, bahwa kliennya jelas-jelas dirugikan atas ulah oknum kades tersebut, yang diduga memanipulasi data dalam AJB.

“Maka kami sebagai pihak penerima kuasa akan mengambil jalur hukum dengan menuntut ganti rugi atas permasalah ini,” jelas Rofi.

Dia juga menuturkan, bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada Camat Mandalawangi selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), karena AJB yang menjadi persoalan itu merupakan produk PPAT Camat setempat.

“Kami juga telah mendatangi Kantor Kecamatan Mandalawangi, Alhamdulillah ditemui langsung oleh Pak Camat nya, yakni Yamin Bunyamin. Kehadiran kami ke kantor camat itu, untuk menanyakan dan klarifikasi atas proses pembuatan AJB, data-data surat tanah klien kami kepada pihak lain yang dilakukan oleh oknum kades tersebut,” tuturnya.

Rofi mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Camat Mandalawangi yang didampingi Sekretaris kecamatan dan staf lainnya, pihak kecamatan sempat mengluarkan bukti proses terbit nya AJB yang ditanda tangani oleh camat kepada team kuasa hukum.

“Namun, setelah kami bersama pihak kecamatan sama-sama menyaksikan bukti proses pembuatan AJB tersebut, tidak mendapatkan suatu bukti adanya peralihak hak atas tanah berupa AJB kepemilikan awal atas nama klien kami, karena AJB asli masih di tangan klien kami. Dan bukti tersebut merupakan satu syarat terjadinya peralihan hak dan terbit AJB baru,” ungkapnya.

Dia menambahkan, di penghujung pertemuan tersebut pihak Kecamatan Mandalawangi mengakui atas kelalaiannya dan akan memanggil semua pihak yang terkat untuk menanyakan kepada oknum kades mengenai proses dan data tanah tersebut dan tanggapannya.

“Dalam pertemuan itu, pihak kecamatan pun mengakui telah menerbitkan sebanyak 18 AJB di lokasi klien kami, dengan dasar peralihan yang sama tidak sesuai dengan syarat terbit nya AJB. Pihak kecamatan akan memanggil pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan permasalahan ini guna mencari kebenarannya,” imbuhnya.

Sementara itu, oknum kades YS belum dapat dikonfirmasi, beberapa kali konfirmasi melalui telepon selulernya pun gawai milik YS tak lagi aktif. (adi/*)

Tags: , ,