Bikin Investasi Bodong, Siswi SMA Gondol Rp2,6 M

Siswi SMA pelaku penipuan. (Foto: Ist)

Bengkulu Utara, Pelitabaru.com

Nama DS (18), siswi kelas 3 SMA di Kabupaten Bengkulu Utara viral dalam sepekan terakhir. Bermodus investasi, remaja belia ini melakukan aksi penipuan dengan total kerugian Rp2,6 miliar. Tak lama setelah kasusnya mencuat, DS pun menghilang. Hingga kini, polisi masih mencarinya ke sejumlah tempat.

Investasi bodong yang dijalankan DS belumlah lama. Kurang lebih sekitar enam bulan lalu. Kendati demikian, peserta investasi tersebut berasal dari berbagai kalangan. Mulai masyarakat biasa, mahasiswa, pejabat hingga aparat. Tak tanggung-tanggung, total kerugian dari ratusan korban yang mengikuti investasi ini mencapai Rp2,6 miliar.

Keluarga mengaku tak mengetahui keberadaan DS hingga saat ini. Sementara itu sejumlah warga mengaku sebagai korban terus berdatangan untuk meminta pertanggungjawaban. Sebagian korban lainnya bahkan nekat menyita kendaraan roda empat dan berlian milik keluarga DS secara sepihak.

Salah seorang mahasiswa yang menjadi korban investasi DS mengaku merugi jutaan Rupiah setelah dana yang disetorkannya tak kunjung mendapat kejelasan hingga hari ini.

Korban yang tak mau identitasnya dikorankan mengaku investasi ini memiliki tiga slot, mulai dari Rp1 juta, Rp5 juta hingga Rp10 juta. Keuntungan sebesar 50 persen dijanjikan akan diberikan 20 hari setelah korban menanamkan investasinya.

Untuk mempermudah komunikasi antara owner, admin dan anggota, owner investasi membagi masing-masing slot dalam grup Whatsapp yang berbeda.

Dirinya mengaku jika slot Rp1 juta lebih digandrungi para remaja. Hal ini lantaran dana pada slot tersebut lebih terjangkau bagi remaja. Slot di grup Whastapp ini mencapai ratusan anggota, didominasi pelajar dan mahasiswa.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara AKBP Anton Setyo Hartanto mengatakan, polisi terus mendalami dugaan investasi bodong yang mengakibatkan kerugian hingga miliaran Rupiah ini. Dia berjanji menindaklanjuti semua laporan resmi yang masuk.

Warga diharapkan berhati-hati menyikapi berbagai bentuk investasi. Pandemi Covid-19 memicu dampak lemahnya perekonomian, sehingga situasi ini dimanfaatkan sejumlah oknum untuk mencari keutungan pribadi.(ega)

Tags: , ,