Gandeng Komisi IX DPR RI, BKKBN Dorong Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

oleh
banner 468x60

Kabupaten Semarang, pelitabaru.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama mitra kerja DPR RI menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pembangunan keluarga berkualitas, perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta perlindungan anak dari berbagai pengaruh negatif lingkungan.

banner 336x280

Hadir sebagai narasumber, Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Muhammad Haris, S.S., M.Si.; Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat BKKBN Pusat Anita Latifah, S.Si., M.H.; Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN Provinsi Jawa Tengah Heri Kusyanto, S.Kom., M.Sc.; serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang Dewanto Leksono WS, S.TP., M.M.

Dalam sambutannya, Muhammad Haris menegaskan bahwa keluarga merupakan aset paling berharga yang harus dijaga dan diperhatikan oleh setiap anggota keluarga. Menurutnya, pembangunan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045.

“Harta kita yang paling berharga adalah keluarga. Karena itu, perhatikan istri, suami, dan anak-anak kita. Keluarga harus menjadi perhatian utama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Haris.

Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai prinsip empat terlalu atau 4T dalam perencanaan kehamilan, yakni terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak anak.

Haris menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebelum menikah dan memiliki anak. Menurutnya, kesiapan pasangan dan pengaturan jarak kehamilan perlu menjadi perhatian bersama agar kesehatan ibu dan anak tetap terjaga.

“Kalau memang belum waktunya menikah dan hamil, jangan terburu-buru. Perencanaan keluarga harus dipahami bersama, bukan hanya oleh ibu, tetapi juga oleh bapak,” tegasnya.

Sementara itu, Anita Latifah menyampaikan bahwa pembangunan keluarga saat ini menghadapi tantangan yang semakin beragam. Peredaran minuman keras, penggunaan vape atau rokok elektrik, serta pengaruh lingkungan pergaulan menjadi sejumlah hal yang perlu diwaspadai oleh orang tua.

Ia mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak, memahami lingkungan pergaulan mereka, serta memberikan pendampingan dan pengawasan sejak dini.

“Jangan sampai kita lengah, karena keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” kata Anita.

Ia menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN kini tidak hanya berfokus pada program Keluarga Berencana (KB), tetapi juga pada pembangunan keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. Transformasi BKKBN menjadi kementerian memperkuat cakupan program agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga di berbagai daerah.

“Program-program yang kami jalankan ini bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan untuk membantu keluarga Indonesia agar semakin kuat dan mampu mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas,” ujarnya.

Anita juga mengapresiasi dukungan Muhammad Haris selaku mitra kerja Komisi IX DPR RI dalam menyosialisasikan program Kemendukbangga/BKKBN kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Semarang tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Dewanto Leksono WS menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendidik, mengawasi, dan mendampingi anak agar terhindar dari perilaku berisiko.

Ia mengungkapkan, di lapangan masih ditemukan kasus anak yang harus berhadapan dengan pihak kepolisian akibat terlibat dalam berbagai permasalahan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar anak-anak memperoleh lingkungan tumbuh kembang yang aman.

“Saya mengajak Bapak dan Ibu untuk lebih memperhatikan aktivitas dan pergaulan anak. Apabila anak bermain hingga larut malam, jangan segan untuk mengingatkan dan menanyakan mereka pergi ke mana, bersama siapa, dan melakukan kegiatan apa,” tutur Dewanto.

Menurutnya, pengawasan orang tua bukan berarti membatasi kebebasan anak secara berlebihan, melainkan memastikan mereka berada di lingkungan yang aman dan memperoleh pendampingan yang memadai.

Dewanto juga mengingatkan masyarakat mengenai berbagai ancaman terhadap anak dan remaja, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, tembakau sintetis yang dikenal dengan sebutan tembakau gorila, serta judi daring atau online. Ia menilai, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak serta pengawasan penggunaan telepon genggam secara bijak menjadi langkah penting untuk mencegah anak terjerumus dalam perilaku tersebut.

Selain itu, ia menekankan perlunya upaya bersama untuk mencegah pernikahan dini. Anak-anak perlu mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan, mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan sebelum mengambil keputusan untuk menikah.

“Pernikahan pada usia anak dapat membawa berbagai tantangan, mulai dari kesiapan mental dan emosional, pendidikan, hingga kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, mari kita dampingi anak-anak agar tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah di usia muda,” kata Dewanto.

Ia menegaskan, perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun pihak sekolah, melainkan juga tanggung jawab keluarga dan seluruh elemen masyarakat.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama, terutama keluarga. Mari kita saling mengingatkan, saling mendukung, dan menciptakan lingkungan yang aman agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berkualitas,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi Program Bangga Kencana ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, pendampingan anak, pencegahan pernikahan dini, serta penguatan peran keluarga dalam membangun generasi penerus yang berkualitas demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (her)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *