Sosialisasi Mitigasi Digelar, Kades Asep Ruhiyat: Fokus Cegah Sebelum Bencana

oleh
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com – Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, menggelar sosialisasi mitigasi bencana untuk memetakan wilayah rawan longsor dan rumah warga yang terancam.

Kepala Desa Puraseda, Asep Ruhiyat, mengatakan langkah ini penting karena kondisi geografis desa yang banyak permukiman di tebing dan tanah miring.

banner 336x280

“Jadi, dengan geografis di Desa Puraseda memang banyak pemukiman dekat dengan tebing atau di tanah yang miring sehingga terkadang di musim penghujan ini rawan terjadi longsor,” ujar Asep saat ditemui usai sosialisasi, pada Selasa 19 Mei 2026.

Asep menjelaskan, fokus sosialisasi kali ini adalah inventarisir titik rawan bencana. Pendataan dilakukan melalui RT, RW, dan Desa Tanggap Bencana (Destana).

“Untuk sosialisasi mitigasi bencana ini kami lebih kepada inventarisir daerah mana saja yang berpotensi longsor atau rumah-rumah warga yang terancam longsor,” katanya.

Longsor dan Banjir Bandang Jadi Ancaman Utama.

Berdasarkan catatan desa, bencana yang paling sering terjadi adalah tanah longsor di dekat permukiman warga dan akses jalan desa. Bahkan beberapa longsoran sempat mengancam terputusnya akses jalan desa.

“Kalau banjir sendiri karena di wilayah kami itu terdapat aliran sungai Cipuraseda. Jadi, ada beberapa lahan pertanian milik warga yang sering terendam banjir dikarenakan tingginya debit air atau banjir bandang,” ungkap Asep.

Asep Ruhiyat menjelaskan bahwa dari hasil inventarisir sementara menunjukkan tiga kampung di wilayahnya masuk kategori rawan bencana.

“Di Desa Puraseda terdapat 12 RW dan daerah yang kategori rawan bencana itu terdapat di RW 8 yaitu di Kampung Cimenteng, Kampung Cikoneng dan satu lagi di RW 07 yaitu di Kampung Cigoong,” jelas Asep.

Asep menyebut warga di wilayah rawan sudah mulai peka terhadap tanda-tanda bencana. Jika hujan deras turun lebih dari setengah jam, warga biasanya mengantisipasi dengan keluar rumah.

Saat hujan deras, Pemdes langsung berkoordinasi dengan Kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Binwil, hingga petugas BPBD Kabupaten Bogor.

Untuk mempermudah evakuasi, setiap RW sudah dipasangi papan jalur evakuasi.

“Sehingga jika terjadi bencana warga bisa mengikuti jalur yang sudah diberi papan petunjuk atau plang arahan,” katanya.

Asep Ruhiyat mengatakan bahwa hasil pendataan rumah warga yang terancam longsor akan disampaikan ke Pemkab Bogor untuk ditindaklanjuti.

“Mudah-mudahan dengan adanya pendataan ini bisa nanti ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor apakah perlu adanya pemindahan lokasi atau relokasi. Itu yang akan kami komunikasikan dengan dinas terkait seperti DPKPP,” kata Asep.

Asep Ruhiyat mengakui ada kendala dalam program mitigasi. Keterbatasan anggaran membuat desa belum bisa melakukan banyak intervensi fisik.

“Kami memang banyak sekali kendala terutama dikarenakan keterbatasan anggaran. Jadi kami hanya ingin menyadarkan masyarakat dengan meningkatkan jiwa gotong royong yang kuat bila mana terjadi bencana,” katanya. (Fex)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *