Limbah Medis Dibuang Di Bogor Dari Hotel Tangerang

Bogor, Pelita Baru

Puluhan karung sampah yang berisi limbah medis yang dibuang di lahan pertanian di Kecamatan Tenjo, dan Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, ternyata merupakan sampah yang berasal dari hotel tempat isolasi pasien COVID-19 di Kota Tangerang.

“Sampah ini didapat dari salah satu tempat atau hotel yang dijadikan tempat isolasi OTG pasien COVID-19 di Kota Tangerang. Mulai dari situ kita melaksanakan penyelidikan terkait adanya tindak pidana pengelolaan sampah dan juga limbah berbahaya,” kata  Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Harun, kepada wartawan di Mapolres Bogor, Cibinong, Rabu (10/2/2021).

Dia mengatakan, kasus pembuangan sampah limbah medis  yang merupakan berbagai jenis Alat Pelindung Diri (APD) tersebut penyidik telah menetapkan dua pelaku pembuangan sampah yang masuk limbah Beracun dan Berbahaya (B2) ini ditetapkan sebagai tersangka.

Hotel dengan inisial PPH itu memang menjalin kerja sama dengan pemerintah setempat untuk tempat isolasi pasien COVID-19 kategori orang tanpa gejala (OTG). “Ini ada kerja sama MoU dengan Pemkot Tangerang 29 Desember 2020,” jelas Harun.

Pada awalnya, hotel tersebut bekerja sama dengan perusahaan PT AP untuk pengelola limbah medisnya. Dalam kerja sama itu perusahaan mendapat kontrak sebesar Rp10 juta sekali angkut. Dari kerja sama dilaksanakan pelaksanaan isolasi oleh Pemkot Tangerang pihak hotel ini dengan pagenya 113 orang dengan budget setiap termin ini Rp830 juta hingga satu orangnya sekitar Rp500 ribuan per hari.

PT AP sempat mengambil beberapa kali limbah medis itu untuk diolah. Tapi, dalam perjalanannya pihak hotel merasa ongkos terlalu tinggi sehingga secara ilegal dan sengaja bekerja sama dengan laundry di tempatnya untuk membuang limbah medis yang hanya sebesar Rp1 juta sekali angkut.

“Pengambilan pertama sudah dimulai dari tanggal 21 Januari PT AP mengambil seberat 300 kilogram kemudian dikelola. diambil lagi sampah seberat 400 kilogram. Karena alasan tingginya cost pelaksanaan pengelolaan limbah mereka tanpa sepengetahuan PT AP melakukan kerja sama lagi untuk pengelolaan limbah lagi terhadap salah satu laundry yang bukan perusahaan pengelolaan limbah untuk membuang limbah medis ini dengan mobil boks,” terang Harun.

Pengambilan pertama oleh laundry, lanjut Harun, pada tanggal 25 Januari 2021 dibuang di wilayah Cigudeg di lahan kelapa sawit. Lalu pengambilan kedua tanggal 27 Februari dibuang di Kecamatan Tenjo dan terakhir pada 2 Februari dibuang lagi di wilayah Cigudeg. “Akhirnya tanggal 3 Februari diketahui warga adanya sampah spesifik sampah medis ini,” tambahnya.

Dari kasus tersebut, polisi menyita dua mobil boks yang digunakan tersangka untuk membuang sampah medis dan 60 karung berisi limbah yang sudah dimusnahkan. Tersangka pun dijerat Pasal 40 Ayat 1 UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Pasal 104 Jo Nomor 60 dan UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Kita akan kembangkan lagi siapa-siapa saja yang terkait. Kenapa kok butuh penghematan biaya, itukan juga perlu kita cek lagi. Termasuk koordinasi ke Pemkot Tangerang benar apa tidak Rp800 juta sekian itu untuk pembayaran (hotel). Karena gini, hotel dengan biaya atau pendapatan Rp830 juta per 14 hari itu sudah untung sekali,” tutup Harun. (sindo/sid)

Tags: , , ,