Rentetan Bencana Alam di Awal 2021, dari Longsor hingga Banjir Bandang

Foto : Sejumlah personel TNI AD membersihkan puing sisa banjir bandang di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (11/12). (Humas BNPB/Danung Arifin)

Jakarta, Pelitabaru.com

Tahun 2021 diawali dengan berbagai peristiwa duka di tengah wabah Covid-19 yang terus menjangkiti Indonesia. Kabar duka kembali muncul lantaran terjadinya sejumlah bencana alam yang merenggut korban jiwa di sejumlah daerah di Indonesia.

Sejumlah bencana alam tersebut juga terjadi di tengah peristiwa duka jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1/2021).

Bencana alam pertama yang terjadi di awal 2021 ialah longsor di Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu (9/1/2021). Kemudian berlanjut pada terjadinya sejumlah bencana alam di beberapa daerah lainnya mulai dari banjir, gempa bumi, hingga gunung meletus.

Berikut empat bencana alam yang terjadi di awal 2021:

Longsor Sumedang

Longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang, Jawa Barat pada 9 Januari 2021. Longsor terjadi karena tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut sehingga membuat kondisi tanah tidak stabil. Berdasarkan data Badan SAR Nasional (Basarnas), sedikitnya 40 orang meninggal dunia dalam peristiwa ini dan 1.020 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah pos pengungsian dan rumah kerabat.

Banjir Kalsel

Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan antara lain Kab. Banjar, Kab. Tanah Laut, Kab. Hulu Sunga Tengah, dan Kab. Tabalong terendam banjir dengan ketinggian 2-3 meter. Sedikitnya, 3 orang meninggal dunia dan nyaris 44 ribu orang mengungsi dalam bencana yang melanda sejak 12 Januari. Aktivis lingkungan sebut kerusakan ekologis jadi penyebab utama terjadinya banjir.

Banjir Kalbar

Cuaca ekstrem di Kalimantan Barat (Kalbar) beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah dengan ketinggian hingga 2 meter. Tidak hanya banjir, beberapa daerah juga dilanda longsor. Wilayah yang dilanda bencana di Kalimantan Barat, yakni Kabupaten Landak, Sanggau, Bengkayang, Sambas, dan Ketapang.

Di Kabupaten Sambas tercatat 1.040 KK atau 3.604 jiwa terdampak bencana banjir kiriman dari arah hulu tersebut. Sebanyak 16 korban banjir di antaranya adalah ibu hamil yang siap melahirkan.

Gempa Sulbar

Pada 15 Januari 2021 gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang wilayah Majene dan mamuju, Sulawesi Barat. Sedikitnya 84 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa ini. Selain itu, lebih dari 30 ribu warga dilaporkan mengungsi. Pemerintah juga sudah menetapkan status tanggap darurat atas gempa Sulawesi Barat.

Foto : Doni Monardo meminta penangananan pengungsian warga yang terdampak Gempabumi Sulawesi Barat (Sulbar) agar memisahkan antara kelompok rentan dengan usia muda (DMC Dompet Dhuafa)

Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru di Jawa Timur memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada Sabtu 16 Januari 2021, yang meluncur sejauh lebih kurang 4 kilometer disertai guguran lava pijar dengan jarak luncur 500-1.000 meter dari Kawah Jonggring Seleko ke arah Besuk Kobokan. Demikian data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Status Gunung Semeru dilaporkan masih level II atau “Waspada”.

Banjir Manado

Banjir dan longsor juga melanda Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara pada 16 Januari 2021. Banjir dan tanah longsor terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dan tidak stabilnya struktur tanah. Sedikitnya sembilan kecamatan terdampak banjir. Berdasarkan data BNPB sedikitnya 6 orang meninggal dunia. Sebanyak 12 unit rumah mengalami rusak sedang hingga berat.

Banjir Cirebon

Terbaru, bencana banjir juga merendam sejumlah Kecamatan dan ratusan hektare areal persawahan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, terdapat tujuh kecamatan di Cirebon yang pada Minggu, 17 Januari 2021 hingga Senin, 18 Januari 2021 tergenang banjir.

Genangan banjir yang terjadi di tujuh Kecamatan di Cirebon tersebut memiliki ketinggian mulai dari 50 cm sampai 1 meter.

Banjir Bandang Puncak

Terakhir, banjir bandang menerjang kawasan Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Selasa (19/1). Sebanyak tiga unit rumah dan satu unit warung hancur usai banjir bandang menerjang Kampung Gunung Mas Blok C dan Kampung Rawa Dulang.

sebanyak 637 jiwa mengungsi ke sejumlah titik. Budi menyebut, 40 kepala keluarga (KK) atau 180 jiwa mengungsi di 21 pondokan. Kemudian, 2 KK atau 11 jiwa mengungsi ke Cirohani (Samping Argamulya).

Selanjutnya, 8 KK atau 30 jiwa mengungsi ke Rawadulang serta 111 KK atau 416 jiwa mengungsi ke Kampung Pengsiunan. (Dikutip dari berbagai sumber/acs)

Tags: , , , , ,