Pengungsi Banjir Bandang Puncak Alami Diare hingga Gatal-gatal

Kondisi kawasan Gunung Mas Puncak, Bogor setelah diterjang banjir bandang pada Selasa 19 Januari 2021

Bogor, Pelitabaru.com

Ratusan pengungsi korban banjir bandang Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor mengalami hipertensi, diare hingga gatal-gatal. Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan di Posko Kesehatan.

“Keluhan terbanyak untuk dewasa itu hipertensi, karena mungkin kejadian ini mempengaruhi psikis mereka. Kemudian diare, batuk pilek dan Ispa. Untuk anak-anak keluhannya gatal-gatal. Ada juga yang minta obat cacing,” kata Paur Kesehatan Polres Bogor ditemui di Posko Kesehatan Polres Bogor di Gunung Mas Puncak Bogor, Elynda, Rabu (20/1/2021).

Meski begitu, kondisi kesehatan pengungsi di hari kedua secara umum relatif stabil. Hal ini karena banyak warga yang datang untuk melakukan pengecekan kesehatan di posko kesehatan Polres Bogor maupun kunjungan langsung tim kesehatan ke posko pengungsian.

“Kondisi kesehatan pengungsi hari ini Alhamdulillah lebih stabil dari kemarin. Kejadian kemarin kita sebutnya fase akut, jadi di mana orang trauma yang luar biasa kemudian gangguan kesehatannya terganggu,” kata dia.

Elynda menyebutkan, pada Selasa kemarin petugas kesehatan telah menangani kondisi kesehatan sekitar 211 pengungsi yang menjadi korban banjir bandang. Kemudian hari ini kembali melakukan pengecekan kesehatan tehadap 157 warga. Pada hari pertama, korban banyak yang mengeluh kesulitan bernapas dan tekanan darah tinggi.

“Mungkin karena faktor psikis yang terganggu akibat bencana banjir bandang,” ujarnya.

Selain memeriksa kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir bandang, petugas kesehatan juga melakukan rapid test antigen, namun sejumlah pengungsi yang menjalani tes cepat itu hasilnya non reaktif.

“Tadi ada beberapa pengungsi yang dirapid tes dan swab antigen, karena mereka memiliki gejala mengarah ke covid. Tapi hasilnya non reaktif, jadi sejauh ini masih aman,” kata Elynda.

Elynda menjelaskan, pemeriksaan kesehatan pengungsi menerapkan standar awal penanganan Covid-19. Jika ada pengungsi yang mengalami gejala yang mengarah Covid-19 maka tim kesehatan langsung melakukan rapid tes atau swab antigen di posko kesehatan.

“Karena masa pandemi, maka kita sediakan juga alat rapid tes dan swab antigen. Karena di sini risiko penularan juga cukup tinggi, dan mungkin tidak 100 persen menjalankan prokes. Jadi kita tetap harus waspada,” sebut Elynda.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, posko kesehatan Polres Bogor didirikan di sekitar lokasi pengungsian korban banjir bandang Gunung Mas Puncak Bogor. Para pengungsi saat ini menempati vila-vila milik Agro Wisata Gunung Mas.

“Kita membuat beberapa posko, salah satunya posko kesehatan di sekitar posko pengungsian. Sejak awal kejadian, posko kesehatan sudah kita dirikan di sini untuk membantu mengecek kesehatan para pengungsi,” kata Harun. (acs)

Tags: , , ,