96 Kasus Politik Uang di Pilkada Serentak 2020 Disetop

Jakarta, Pelitabaru.com

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebutkan 96 kasus politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 dihentikan.

“96 kasus politik uang dihentikan oleh pengawas karena tidak memenuhi unsur terpenuhi,” ujar

Ketua Bawaslu Abhan, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR RI, Selasa (19/1/2021).

Namun demikian, tercatat ada 31 kasus pelanggaran politik uang diteruskan ke penyidik 31. Kemudian 76 kasus sudah masuk putusan pengadilan.

Abhan menjelaskan pelanggaran politik uang diatur dalam Pasal 73 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada di mana disebutkan bahwa putusan dan sanksi ialah diskualifikasi.

Selain politik uang, pihaknya menemukan jenis pelanggaran lain yang terjadi dalam penyelanggaraan Pilkada Serentak 2020 antara lain pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik di jajaran ad hoc, hingga pelanggaran pidana.

“Sebanyak 1.489 pelanggaran administrasi, 288 pelanggaran kode etik di jajaran ad hoc, 179 pelanggaran pidana, dan 1.562 pelanggaran hukum lain,” sebutnya.

Tak hanya itu, pelanggaran terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) juga masih ditemukan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

Menurutnya, kasus itu antara lain 484 kasus mendukung salah satu pasangan calon kepala daerah di media sosial, 150 kasus menghadiri kegiatan sosialisasi partai politik, 103 kasus melakukan pendekatan ke parpol, 110 kasus mendukung salah satu paslon, dan 70 kepala desa mendukung salah satu paslon.

“Terkait kasus ini sudah diserahkan oleh KASN sebanyak 1.562 rekomendasi kepada PPKnya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan pihaknya akan membentuk panitia kerja (panja) untuk menindaklanjuti berbagai persoalan di Pilkada Serentak 2020.

“Pembentukan Panja untuk mengevaluasi Pilkada Serentak 2020,” ujar Doli.

Beberapa permasalahan yang perlu dievaluasi antara lain terkait politik uang, netralitas ASN, kelemahan koordinasi penyelenggara Pemilu, hingga Daftar Pemilih Tetap (DPT). (acs)

Tags: , ,