Pemerintah Perketat Pembatasan Sosial di Jawa Bali 11-25 Januari

foto : Ilsutrasi corona Virus. FOTO/iStockphoto

Jakarta, Pelita Baru

Pemerintah memutuskan membatasi kegiatan masyarakat dengan merujuk pada aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 11 hingga 25 Januari 2021. Pembatasan baru kegiatan masyarakat ini akan diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali.

Keputusan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Penerapan pembatasan secara terbatas dilakukan di provinsi Jawa dan Bali, karena di provinsi tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan,” kata Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam jumpa pers Rabu (6/1/2021).

Airlangga menegaskan, regulasi tersebut bukan berarti melarang kegiatan tetapi hanya melakukan pembatasan. Selain itu, pembatasan kegiatan ini tidak dilakukan di seluruh kabupaten/kota yang berada di Pulau Jawa dan Bali. Tetapi diterapkan sesuai dengan parameter yang telah dibuat pemerintah.

“Dalam mengambil kebijakan ini, pemerintah melihat data perkembangan penanganan Covid-19, seperti zona risiko penularan virus corona, rasio keterisian tempat tidur isolasi dan ICU. Pemerintah juga melihat kasus aktif Covid-19 saat ini telah mencapai 14,2 persen,” terangnya.

Ia menjelaskan, pembatasan sosial di provinsi, kabupaten, atau kota harus memenuhi parameter terkait penanganan Covid-19. Parameter itu antara lain, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional sebesar 3 persen. Kemudian tingkat kesembuhan di bawah nasional sebesar 82 persen.

Kasus aktif di bawah kasus aktif nasional sebesar 14 persen, dan keterisian RS untuk tempat tidur isolasi dan ICU di atas 70 persen.

Pembatasan kegiatan masyarakat ini antara lain membatasi tempat kerja dengan WFH 75 persen, belajar dilakukan secara daring, jam operasional pusat perbelanjaan, hingga jam operasi moda transportasi.

“Untuk kegiatan konstruksi diizinkan beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Adapun wilayah provinsi, kota/kabupaten yang kena penerapan pembatasan kegiatan antara lain:

Untuk DKI Jakarta dan sekitarnya adalah seluruh DKI. Kemudian wilayah Jawa Baratnya adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi. Khusus untuk Banten adalah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, ini adalah Tangerang Raya. Kemudian Jawa Barat di luar Jabodetabek adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cimahi. Jawa Tengah adalah Semarang Raya, kemudian juga Solo Raya dan juga Banyumas Raya. Sedangkan di Yogyakarta adalah Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman, Kulonprogo. Jawa Timur: Kota Malang Raya dan Surabaya Raya. Sedangkan di Bali adalah Denpasar, Kota Denpasar dan Badung, Kabupaten Badung.

“Pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat untuk pelaksanaan protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker dan meningkatkan operasi yustisi yang dilaksanakan oleh Satpol PP, aparat kepolisian dan unsur TNI,” kata dia. (cs)

Tags: , , ,