Tak Mahir Nyetir, Belasan Mobil Warga Desa Miliarder Tuban Kecelakaan

Toyota Kijang Innova milik salah satu warga Desa Sumurgeneng, Kabupaten Tuban, yang rusak karena tabrakan. Pemiliknya diduga belum mahir menyetir motir. (Tribun Jatim/Auto2000) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pemilik Tak Bisa Menyetir, 15 Mobil Warga Desa Miliarder Tuban Kecelakaan, Ada yang Tabrak Garasi”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/02/23/14375331/pemilik-tak-bisa-menyetir-15-mobil-warga-desa-miliarder-tuban-kecelakaan-ada?page=2. Editor : David Oliver Purba Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Tuban, Pelitabaru.com

Ratusan warga di Desa Sumurgeneng, Tuban, mendadak jadi miliarder. Setelah mendapat pencairan dana dari penjualan lahan untuk proyek kilang minyak Pertamina, mereka ramai-ramai memborong mobil.

Namun belum sempat dinikmati di jalan aspal, mobil yang baru dibeli itu sudah rusak karena kecelakaan. Setidaknya ada 15 mobil milik warga Desa Sumurgenang yang mengalami kerusakan.

Branch Manager Auto 2000 Tuban Arie Soerjono mengatakan, sudah ada 15 mobil milik warga Desa Sumurgeneng yang mengalami kecelakaan. Akan tetapi, kecelakaan itu bukan terjadi di jalan raya, melainkan di lingkungan jalan desa setempat. Misalnya saja saat pemilik memundurkan mobilnya dan menabrak garasi.

“Sudah ada 15 mobil yang kecelakaan kecil, tapi sudah selesai perbaikan sekarang,” kata Arie, dikutip dari Tribunnews, Selasa (23/2/2021).

Ia menerangkan, belasan mobil yang baru saja dibeli oleh warga tersebut rusak setelah mengalami kecelakaan karena pemilik belum mahir menyetir mobil. Namun demikian, kerusakan mobil tersebut akan diperbaiki dan biayanya ditanggung dealer.

“Pemilik mobil tak dikenakan biaya perbaikan karena mendapat klaim asuransi,” kata dia.

Sebelumnya, ratusan warga di Desa Sumurgeneng, Tuban, mendadak jadi miliarder. Warga memborong mobil setelah mendapat pencairan dana dari hasil penjualan lahan untuk proyek kilang minyak Pertamina.

Rata-rata warga mendapatkan Rp 8 miliar. Namun, ada juga warga yang mengantongi Rp 24 miliar. Setelah menjadi miliarder, warga beramai-ramai membeli mobil dengan total mencapai 176 unit. (acs)

pelitaonline

Read Previous

Pemkab Dinilai ‘Maksain’ Bangun Alun-alun

Read Next

KPK Temukan Insentif Nakes Dipotong Manajemen RS hingga 70 Persen

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *