Pesona Meko, Pasir Timbul di Tengah Laut

Foto: s.picmix.it

Flores Timur, Pelitabaru.com

Liburan di pantai berpasir putih yang indah? Ah, itu sudah biasa. Bagaimana jika pantai berpasir putih itu berada ditengah laut lepas? Nah, itu bisa menjadi pengalaman luar biasa. Seakan kita berada sendiri dalam sebuah kapal yang hanyut terbawa arus di tengah laut lepas. Ingin menikmati sensasi itu? Simak bersama yuk.

Namanya Pasir Timbul Meko. Dinamai pasir timbul lantaran terdapat gundukan pasir di tengah laut seperti pulau kecil tak berpenghuni. Luasnya kurang 1 kilometer persegi. Pasir putih yang sedikit berwarna pink ini kontras dengan warna laut yang biru kehijauan.

Pasir warna pink itu berasal dari karang yang hancur. Keindahan ini tampak sempurna dengan dipadu pulau-pulau berwarna hijau yang subur. Tak ada ombak di pantai pasir itu, hanya riak-riak kecil yang menyapu pasir putih yang lembut. Jika air laut pasang, pulau itu akan tenggelam. Terbayang kan jika kamu berada sendirian di pulau pasir ini?

Pasir Timbul Meko terletak di dusun Meko, pulau Adonara, kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Dusun kecil ini dihuni oleh suku Bajo, suku pendatang dari Sulawesi, yang mata pencahariannya nelayan. Mereka hidup sehari-hari dari hasil tangkapan ikan. Dengan menggunakan sampan kecil, mereka menebar jaring untuk menangkap ikan.

Selain keindahan Pulau Pasir Timbul Meko, ada bonusnya juga, lho! Traveller akan disuguhi pemandangan indah pulau-pulau kecil disekitarnya. Pulau kecil ini berada dalam satu gugusan Pulau Meko. Di Bagian timur terdapat pulau Watan Peni, sedangkan di bagian barat terdapat pulau Kelelawar. Pulau Kelelawar ini dihuni oleh ribuan bahkan jutaan kelelawar. Jika kamu mengunjunginya siang hari, maka akan kamu jumpai jutaan kelelawar yang bergelantungan di dahan mangrove. Instagramable banget!

Foto: simon-nagitana.blogspot.com

Pulau-pulau kecil ini letaknya tidak jauh dengan Pasir Timbul Meko. Kurang lebih 200 meter. Kamu bisa mengelilingi gugusan pulau ini menggunakan perahu milik warga dusun Meko. Tentunya dengan menyewa. Biaya sewa perahu nelayan lokal dengan harga kisaran Rp 400.000 PP. Masih terbilang murah, kan? Daya tampung perahu itu pun cukup banyak, yakni maksimal 20 orang.

Perjalanan menuju pulau Pasir Timbul Meko memakan waktu tidak lebih 30 menit dari pesisir dusun Meko. Namun dalam perjalanan ini kamu akan disuguhi pemandangan yang menarik.

Kamu akan melintasi laut Meko yang dangkal dan airnya jernih sebening kristal. Sepanjang jalan tampak terumbu karang berwarna-warni. Kamu akan melihat dengan jelas berbagai jenis biota laut di antara karang berwarna. Ikan-ikan berwarna warni dan beragam jenis berkeliaran dengan bebas di antara karang yang tumbuh subur. Sangat cocok untuk yang hoby snorkeling. Jika melihat ke belakang akan melihat Ile (Gunung) Boleng. Di sisi kiri dan kanan ada Bukit Sandosi dan Lembata. Sementara di depan, ada gunung api Batutara.

Untuk menikmati keindahan Pasir Timbul Meko ini dibayar dengan perjalanan yang cukup jauh. Menuju tempat ini bisa melalui Kota Larantuka yang dapat dijangkau dua penerbangan dari Kota Kupang. Pada pagi hari menggunakan Trans Nusa dan sore hari menggunakan Wings Air.

Setelah sampai di kota Larantuka, masih harus menyeberang lagi ke pulau Adonara melalui pelabuhan Tobilota. Perjalanan menggunakan kapal menuju pelabuhan Tobilota memakan waktu sekitar 20 menit. Dengan bayaran Rp 5000 per orang, traveller akan diantar sampai di pelabuhan Tobilota.

Agar lebih cepat sampai ke Meko, maka kamu bisa menyewa mobil atau ojek. Karena kendaraan umum belum memadai di daerah ini. Perjalanannya bisa memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Tentunya perjalanan darat ini tidak membosankan, karena akan disuguhi panorama alam pedesaan yang menarik. Jalan yang membelah pulau Adonara ini melewati hutan kelapa yang hijau. Perjalanan yang berkelok-kelok di perbukitan kelapa tentunya menghadirkan sensasi tersendiri.

Untuk fasilitas pendukung pariwisata seperti hotel dan restoran yang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan juga sudah tumbuh dan berkembang. Di kota Larantuka sudah banyak hotel-hotel bahkan homestay yang beroperasi. Di dusun Meko sendiri, saat ini sedang dibangun fasilitas pendukung wisata seperti homestay. Fasilitas pendukung ini akan dikelola sendiri oleh masyarakat menggunakan dana desa.

Itulah sedikit cerita tentang destinasi wisata Pasir Timbul Meko. Sedikit saran saya ya, guys! Jika berkunjung ke tempat wisata, mari kita menjaga tempat wisata dari pencemaran agar tidak merusak keindahan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ok, selamat menikmati. (acs)

pelitaonline

Read Previous

Laka Maut di Tebing Tinggi, Sembilan Tewas

Read Next

Komisi II Desak Saber Usut Pungli Teras Surken

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *