Pemkab Dinilai ‘Maksain’ Bangun Alun-alun

Bogor, Pelitabaru.com

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Sus­manto menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabu­paten Bogor terlalu memaksakan diri dalam melanjutkan pembangunan alun-alun di Jalan Kayumanis, Desa Cirimekar, Kecamatan Cibinong.

Menurut politikus Partai Gerindra itu, proyek yang pembangunannya menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Pemprov Jawa Barat sebesar Rp10 miliar tersebut sangatlah tidak diperlukan saat ini.

”Minimal kita prioritaskan dulu ang­garan ini untuk penanganan Covid-19,” tuturnya.

Rudi mengaku masih tak habis pikir dengan pola pikir pemkab yang keukeuh membangun alun-alun pada situasi pandemi Covid-19 saat ini .Sebab sampai detik ini, pemkab sendiri masih menutup taman dan fasilitas publik lainnya lan­taran khawatir menjadi klas­ter penyebaran Covid-19.

”Taman dan fasilitas umum saja belum boleh buka, ini kok mau buat taman,” ujar­nya.

Rudy pun mengusulkan jika anggaran tersebut bisa dialo­kasikan untuk hal penting lainnya. Alangkah bijak jika anggaran Rp10 miliar tersebut dialihkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat. Jika ang­garan tersebut sudah diten­tukan peruntukannya oleh Pemprov Jawa Barat, ia me­minta anggaran tersebut benar-benar digunakan se­bagaimana mestinya.

”Kalau bisa dialihkan, ali­hkan saja untuk hal yang lebih baik lagi. Misalnya untuk penanganan Covid-19. Tapi kalau sudah ditentukan provinsi, tolong digunakan dengan baik karena ini ama­nah,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Peru­mahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Irma Les­tiana menegaskan, pihaknya tidak bisa men­gotak-atik anggaran tersebut. Sebab, anggaran itu memang sudah disiapkan Pemprov Jawa Barat untuk melanjutkan pembangunan alun-alun Ka­bupaten Bogor. ”Kita tidak bisa mengubah itu, karena memang sudah ditentukan Pemprov Jawa Barat. Kami sifatnya hanya menerima,” ujarnya.

Rencananya, sambung dia, lelang pembangunan alun-alun Kabupaten Bogor terse­but dilakukan April. ”Tadinya mau dilelang Maret, tapi ka­rena satu dan lain hal jadi lelangnya akan dilakukan April,” terangnya.

Sekadar diketahui, pembangunan alun-alun Ci­binong ini terbagi dua tahap. Tahap pertama, pembangunan menelan anggaran Rp4,9 mi­liar dari bantuan Provinsi Jawa Barat. Namun semuanya terhenti lantaran anggaran Provinsi Jawa Barat terkena refokusing akibat penanganan Covid-19.

Saat ini pembangunan tahap pertama baru mencapai 89 persen. Kemudian terhenti karena pandemi melanda awal Januari 2020. Hingga saat ini, pembangunan alun-alun Ci­binong belum dilanjutkan lantaran terkendala pembi­ayaan.(ega)

 

pelitaonline

Read Previous

Trauma, Camat Tutup Obyek Wisata Gunung Batu

Read Next

Tak Mahir Nyetir, Belasan Mobil Warga Desa Miliarder Tuban Kecelakaan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *