Integrasi Surabaya Raya Jadi Program Prioritas

Surabaya, Pelitabaru.com

Kolaborasi dan sinergi menjadi dua hal yang kini perlu dilakukan oleh semua pihak. Dua hal yang diharapkan dapat mewujudkan program yang jauh lebih bermanfaat dan berdampak ini juga dilakukan oleh kepala daerah lintas daerah di Jawa Timur (Jatim). Kepala Daerah terpilih dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik duduk bersama untuk membahas program kerja sama yang saling mendukung. Ketiga Kepala Daerah Terpilih ini sengaja melakukan diskusi bersama karena ketiga wilayah yang mereka pimpin saling berdekatan dan berhubungan.

Wali Kota Surabaya terpilih Eri Cahyadi menyampaikan bahwa pertemuannya bersama dua kepala daerah lainnya tersebut untuk membahas program integrasi Surabaya Raya. Eri menambahkan bahwa ketiga daerah tersebut saling terkoneksi dari mulai wilayah yang sangat dekat dan berhubungan dengan mobilitas warga di ketiga daerah tersebut. “Hari minggu lalu kami berbicara menyamakan frekuensi, sambil saling bercanda. Hal ini penting, karena wilayah kami yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik saling berhubungan, relasinya sangat dekat, terutama mobilitas warganya yang saling terkoneksi. Semoga pertemuan ini membawa berkah,” kata Eri Cahyadi.

Eri juga menambahkan bahwa upaya ini adalah gotong royong untuk kemajuan Jatim. Bahkan, ketiga kepala daerah terpilih ini ingin saling mendukung untuk memajukan potensi daerahnya di kancah nasional maupun global. “Gotong royong skala Jatim, nasional, dan bahkan global adalah komitmen kami untuk membawa masing-masing daerah semakin maju,” tambahnya.

Kurang lebih sekitar dua jam ketiga kepala daerah terpilih ini menghabiskan waktu bersama untuk mendiskusikan mengenai integrasi penanganan pandemi COVID-19, manajemen transportasi terpadu, manajemen sungai terpadu, pengembangan manajemen pengetahuan untuk meningkatkan kualitas inovasi antardaerah dan infrastruktur jalan. “Contoh saja mengenai penanganan pandemi, berbagai kebijakan tiga daerah ini harus sinergis. Saling dukung. Selain aspek pencegahan, untuk ‘tracing’ semestinya bisa saling dukung jika memang pasiennya punya mobilitas di antara daerah-daerah ini,” katanya.

Kemudian, Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa pentingnya integrasi program utamanya adalah untuk bekerja sama dalam penanganan banjir. Fandi juga memberikan contoh seperti banjir Kali Lamong yang merupakan masalah tahunan di kabupaten tersebut. Bagi Fandi, penanganan banjir Kali Lamong harus terintegrasi secara kelembagaan, karena secara kewilayahan, memang pengaturan sungai dan sistem pengendali banjir Kali Lamong tersebar di Gresik, Mojokerto, dan Surabaya.

Tidak hanya itu, integrasi pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian Fandi dan disepakati oleh dua kepala daerah terpilih lainnya. Dalam diskusi Fandi memberikan contoh seperti Pemkot Surabaya yang sedang merampungkan Jalan Lingkar Luar Barat yang akan terhubung dengan tol Surabaya-Gresik dan Teluk Lamong, hingga ke kawasan Menganti, Gresik. Demikian pula perlunya jalan baru Surabaya-Gresik, termasuk membikin jembatan yang membuka akses anyar antardaerah tersebut. “Jika nanti semuanya terpadu, saya yakin poros Surabaya Raya bakal semakin tertata, modern, hijau, dan berkelanjutan,” kata Yani.

Sementara, Bupati Sidoarjo terpilih Ahmad Muhdlor Ali menyampaikan bahwa keterpaduan program antar daerah sangat penting. Misalnya saja mengenai pengelolaan transportasi terpadu yang telah dibahas dengan beberapa skema.Namun, ketiga kepala daerah terpilih ini juga sadar bahwa program-program integrasi yang mereka diskusikan harus dikonsultasikan ke Pemprov Jatim dan pemerintah pusat dahulu.

Muhdlor menambahkan bahwa ketiga daerah juga sepakat membangun sistem manajemen pengetahuan yang memungkinkan adanya replikasi inovasi antardaerah. Dengan manajemen pengetahuan, kata dia, ide dan gagasan inovatif antardaerah saling bisa diakses, sehingga mendorong kolaborasi dalam melahirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat. “Kami juga akan akan intensif membahas program bersama yang bisa berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi rakyat di masing-masing daerah, misalnya dengan membuat program bersama untuk UMKM, tenaga kerja, industri, dan sebagainya,” katanya. (net/dok)

pelitaonline

Read Previous

Bunuh Saudaranya, Pelaku Tak Menyesal

Read Next

Laka Maut di Tebing Tinggi, Sembilan Tewas

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *