Akhir Pelarian Pengusaha Properti 2 Tahun Buron Nipu 16 ASN

foto : ilustrasi

Lamongan, Pelitabaru.com

Selama 2 tahun menjadi buronan dalam kasus penggelapan sertifikat tanah di Lamongan, Jawa Timur, seorang pengusaha properti ditangkap polisi. Tersangka dibekuk karena diduga menggelapkan sertifikat tanah dengan jumlah korban mencapai belasan orang.

Tersangka AB (41) mengaku sebagai direktur di dua perusahaan properti perumahan di Lamongan. AB diduga melakukan penipuan terhadap 16 orang yang rata-rata korbannya adalah ASN.

“Tersangka ditetapkan sebagai DPO setelah 16 korban melaporkan penipuan yang dilakukan tersangka AB sejak 2013,” kat Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Akibat perbuatan AB, korban mengalami kerugian ditotal hingga mencapai Rp 4,1 miliar.

Menurutnya, yang membuat konsumen yakin membeli rumah lantaran pelaku memiliki jabatan di perusahaan properti tersebut, yakni sebagai direktur di PT Jagaraga Adhimukti dan CV Belva Turmukti.

Kala itu, AB membangun sebanyak 50 unit rumah secara cara bertahap. Setelah rumah terjual pada 20 November 2014. Dari 50 unit rumah yang sudah terjual ini, 16 pemilik di antaranya tidak bisa mendapatkan sertifikat rumah tersebut.

“Ternyata oleh tersangka, sertifikat itu diagunkan tanpa sepengetahuan para korbannya,” ujar Miko.

Korban sempat menanyakan beberapa kali kepada tersangka tapi tidak mereka tidak mendapat jawaban yang pasti. Borok AB akhirnya terungkap setelah ada pihak bank yang berkantor di Gresik pada 2017 mendatangi salah satu korban untuk bermaksud menagih utang.

Pihak bank, kata Miko, ketika itu menunjukkan surat penebusan agunan dari sertifikat milik korban yang dijadikan jaminan pada bank tersebut.

“Merasa tidak pernah mengagunkan sertifikat ke bank dan merasa ditipu oleh pengembang, korban melaporkan kasus itu ke polisi yang kemudian ditindaklanjuti,” terangnya.

Saat dilakukan penyelidikan dan memintai keterangan para korban, tersangka AB kabur meninggalkan Lamongan. Selama menjadi buronan, polisi mencari tahu posisi jabatan pelaku di perusahaan tersebut.

AB akhirnya berhasil diringkus di rumah orang tuanya di daerah Sumedang, Jawa Barat. AB juga mengakui telah mengagunkan sertifikat rumah para korban dengan 15 sertifikat lainnya di salah satu bank di Gresik.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 23 lembar kuitansi pembayaran dari perusahaan fiktif PT Jagaraga Adhimukti, 2 lembar brosur Perumahan Valencia Residence, 3 lembar surat perjanjian jual beli, 3 bendel fotokopi akta jual beli, 3 bendel foto kopi sertifikat SHM nomor 2503, 2528, dan 2532.

“Pengakuan sementara hanya di Lamongan,” ujar Miko.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau pasal 385 ke 5 KUHP dan atau pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (acs)

pelitaonline

Read Previous

Boeing Co Rekomendasikan Maskapai Stop Pengoperasian Boeing 777

Read Next

Harga Kedelai Meroket, Produsen Tahu Tempe Mogok 3 Hari

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *