Emil: Bendungan Sadawarna Atasi Masalah Banjir

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau lokasi banjir di Subang. (Foto: Diskominfo Subang)

Subang, Pelitabaru.com

Gubernur Jawa Barat Gubernur Ridwan Kamil mengatakan, saat ini pemerintah tengah membangun Bendungan Sadawarna di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang untuk mengatasi banjir di wilayah Pantura Jabar. “Pembangunan Bendungan Sadawarna di Cibogo ini bagian dari upaya mengatasi banjir jangka menengah,” kata Emil sapaannya saat meninjau banjir di Pamanukan, Kabupaten Subang, Selasa (9/2/2021).

Ia menyebutkan, pembangunan Bendungan Sadawarna tidak hanya solusi untuk mengatasi bencana banjir namun juga akan mengatasi persoalan kebutuhan air irigasi di wilayah Subang, Indramayu, dan sekitarnya. Selain itu, ada juga pembangunan bendungan yang sedang disiapkan yang skalanya lebih besar, yakni Bendungan Cipunagara.

Bupati Subang Ruhimat belum lama ini juga menuturkan, sebagai upaya antisipasi banjir, Pemkab Subang akan membangun tanggul di sepanjang aliran Sungai Cipunagara. Menurutnya, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, banjir di wilayah Subang terjadi di 70 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

Selain dapat mengendalikan banjir, Bendungan Sadawarna dapat digunakan sebagai irigasi, air baku, maupun pariwisata. Jika pembangunan selesai, Bendungan Sadawarna mampu mengendalikan debit air yang mengalir ke 12 kecamatan di wilayah Subang Utara.

“Dan salah satu yang paling besar sudah disepakati adalah normalisasi, karena pendangkalan ini adalah pangkal dari permasalahan. Kita akan terus upayakan, walaupun wilayahnya di kita, tapi proses harus dikoordinasikan. Karena itu, dalam tata kelolanya, air sungai dikelola BBWS melalui Kementerian PUPR,” tuturnya.

Kantor Staf Presiden juga menyebutkan, pembangunan Bendungan Sadawarna di Subang, Jawa Barat, akan mendukung Pelabuhan Patimban dan kawasan industri di wilayah tersebut.

Keberadaan Bendungan Sadawarna bisa menyuplai air bersih di dua wilayah tersebut serta mendukung pengembangan Patimban City dan Kawasan Metropolitan Rebana. “Sebagai salah satu proyek strategis nasional, bendungan ini akan mendukung keberadaan Pelabuhan Patimban dan kawasan industri sekitar,” ujar Tenaga Ahli Utama KSP Kedeputian I Helson Siagian.

Dia menjelaskan, pembangunan Bendungan Sadawarna ini terdiri dari dua paket. Paket I dikerjakan oleh KSO Wijaya Karya, Daya Mulia Turangga, dan Barata Indonesia, sementara Paket II oleh KSO Nindya Karya dan Adhi Karya.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melaporkan progres fisik telah mencapai 35,8 persen. “Kami pastikan konstruksi bendungan berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan tuntas pada Oktober 2022,” jelas Helson.

Helson menegaskan, tugas Kedeputian I KSP dalam pengendalian program prioritas nasional dan pengelolaan isu strategis di bidang infrastruktur, energi, dan investasi. Apalagi, kata dia, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan agar pembangunan infrastruktur terus dikebut untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sementara itu, Kasubdit Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adi Rusman mengatakan, Bendungan Sadawarna memiliki kapasitas tampungan 41 juta meter kubik dengan luas genangan 498 hektare. “Selain pemenuhan air baku, bendungan ini juga bermanfaat untuk irigasi pertanian, tenaga listrik, dan pariwisata,” terang Adi. (adi/ant)

pelitaonline

Read Previous

Abu Janda-Pigai Berdamai, KNPI Tidak Cabut Laporan

Read Next

Zona Merah di Jateng Tersisa 6 Wilayah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *