11 Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 35.827 Jiwa Mengungsi

Penanganan Kapolres Subang bersama PJU Polres Subang dan Bhayangkari ke Titik-titik Banjir di Wilayah Hukum Polsek Pamanukan. foto : (Istimewa)

Subang, Pelitabaru.com

Sebanyak 35.827 jiwa dari 5.764 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengungsi akibat wilayah itu dilanda banjir sejak Minggu (7/2/2021) sampai hari ini, Selasa (9/2/2021).

Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu menyebutkan, hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Minggu hingga Senin sore kemarin menyebabkan Sungai Cipunagara meluap. Sebanyak 15.014 rumah terdampak banjir.

“Kami sekarang berada di lokasi kejadian tengah melakukan asesmen dan evaluasi serta membagikan logistik kepada korban terdampak,” ujar Budi.

Berdasarkan data Pusdalop BPBD Jawa Barat sampai dengan tanggal 8 Februari 2021 pukul 23.30 WIB, terdapat 11 kecamatan di Subang yang terendam banjir. Belasan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Pamanukan, Ciasem, Blanakan, Sukasari, Legon Kulon, Subang, Cibogo, Cipunagara, Pabuaran, Patokbeusi dan Kecamatan Tambakdahan.

“Dari 11 kecamatan meliputi 75 desa atau kelurahan yang terdampak banjir di Kabupaten Subang,” terangnya.

Budi mengatakan otoritasnya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Subang untuk melakukan pemantauan secara intensif di lokasi kejadian.

“Kini BPBD Kabupaten Subang tengah bekerja keras melakukan evakuasi warga,” kata Budi.

Tak hanya banjir, telah terjadi lima kejadian tanah longsor di Kabupaten Subang. Longsor terjadi di Dusun Cimerta RW 08 Kelurahan Pasir Karuembi, Kecamatan Subang. Kejadian itu menyebabkan satu unit rumah tertimpa longsoran dan seorang warga terluka.

Kejadian kedua di Kampung Cimereta Ujung, RT 24 RW 08, Kelurahan Pasir Kareumbi, Kecamatan Subang. Dua rumah rusak ringan dan menutup akses jalan penghubung Kelurahan Pasir Kareumbi, Sukahurip akibat tertutup material longsor setinggi 7 meter.

“Saat ini tengah melakukan pembersihan material longsor dengan menggunakan satu unit alat berat excavator,” ujar Budi.

Kemudian di Kampung Walahar RT 46 RW 19 Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang. BPBD Kabupaten Subang saat ini sedang melakukan pembersihan material.

Material longsoran menutup saluran air hingga menggenangi pemukiman warga. Kejadian ini juga menyebabkan tiga rumah terancam longsoran susulan akibat luapan air sungai menggerus dinding sungai. (acs)

Achmad Zedun

Read Previous

Lubang Sewu, Landskap Menawan yang Instagenic

Read Next

Pemkot Klaim Berhasil, Cianjur Babak Belur

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *