Gunung Raung Erupsi, Warga Banyuwangi Diimbau Waspadai Abu Vulkanik

Ilustrasi guyuran abu vulkanik (Istimewa)

Banyuwangi, Pelitabaru.com

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur diguyur hujan abu vulkanik letasan Gunung Raung sejak beberapa pekan terakhir ini. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko terpapar abu vulkanik letusan Gunung Raung.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, abu vulkanik membawa berbagai material yang berbahaya bagi kesehatan. Karenanya, warga diimbau untuk tetap berada di rumah. Bila terpaksa keluar rumah, warga diimbau untuk mengenakan masker dan penutup wajah.

Ia menerangkan, abu vulkanik mengandung sejumlah partikel seperti silika, kalium, natrium, besi serta nikel. Secara kasatmata, abu vulkanik itu seperti abu semen. Berupa batuan kecil dan halus, yang terlempar ke atas saat Gunung Raung erupsi.

“Material ini jika terpapar ke tubuh manusia bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sakit tenggorokan, iritasi mata, hingga luka pada kornea,” kata Widji, Senin (8/2/2021).

Widji menjelaskan, abu vulkanik terbentuk dari material berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik. Ketika gas-gas dalam ruang magma mulai menyebar, gas-gas tersebut akan mendorong magma yang terdiri dari silika dan gas keluar dari perut gunung berapi. Saat terjadi ledakan, magma yang keluar di udara akan mendingin dan membeku, menjadi batuan vulkanik dan pecahan kaca.

“Inilah yang berbahaya. Kalau masuk ke mata kita dan mengenai kornea, bisa menimbulkan luka goresan di kornea kita. Ini bisa menyebabkan penglihatan kabur,” terang Rio.

Bahaya lainnya adalah gangguan pernapasan. Menghirup abu vulkanik dapat merusak kesehatan manusia, karena aerosol berbahaya dan gas beracun yang membentuk abu dapat mengiritasi paru-paru. Jangka pendek gejala pernapasan yang dirasakan adalah hidung beringus, sakit tenggorokan atau batuk, sesak napas, hingga asma bisa kambuh.

“ISPA ini yang biasanya banyak ditemui saat terjadi erupsi gunung. Bila mengalami sesak napas, segera ke layanan kesehatan terdekat,” jelas Rio.

Seperti diketahui, sejak Kamis, 21 Januari 2021, Gunung Raung erupsi. Status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso ini naik satu level dari normal (level I) menjadi waspada (level II).

Sementara berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, sebaran abu vulkanik jika dilihat dari prakiraan sebaran yaitu VAAC (Volcanic Ash Advisory Center) Darwin, tinggi abu vulkanik Gunung Raung pada Senin pagi (8/2/2021) mencapai 18.000 kaki atau 6 km dari permukaan laut.

Persebaran abu vulkanik diprakirakan mengarah ke sejumlah kecamatan di Banyuwangi. Seperti Songgon, Licin, Kalipuro, Giri, hingga Banyuwangi Kota. Kami mengimbau agar masyarakat memakai masker dan pelindung mata jika beraktivitas di luar rumah,” kata Ibnu Haryo, prakirawan BMKG Banyuwangi.

Pada hari ini secara umum wilayah Banyuwangi terpantau berawan. Namun pada siang hingga malam berpotensi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap angin kencang beberapa hari ke depan.

“Potensi angin kencang terjadi ketika di hari-hari panas atau terik namun terjadi pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup cepat,” pungkasnya. (acs/detik.com)

Achmad Zedun

Read Previous

Kementrian Kominfo Blokir 360 Konten Pencuri Hak Cipta

Read Next

Pengakuan Anak Raja Dangdut Usai Ditangkap Polisi, Konsumsi Ekstasi di Bali

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *