Diguyur Abu Vulkanik Gunung Raung, Bandara Banyuwangi Ditutup

Gunung Raung. ©istimewa

Banyuwangi, Pelitabaru.com

Otoritas Bandara Banyuwangi, Jawa Timur mengumumkan penutupan sementara landasan pacu bandara paling ujung Timur Pulau Jawa ini. Hal tersebut akibat dari sebaran abu vulkanik letusan  Gunung Raung karena berisiko bagi keselamatan penerbangan.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) KC Bandara Banyuwangi Cin Asmoro mengatakan, berdasarkan hasil observasi abu vulkanik Gunung Raung telah mencapai Bandar Udara Banyuwangi. Observasi dilakukan menggunakan dua metode yakni Aerodrom obersvasi dan airspace Observasi. Aerodrome observasi ini menurutnya dilakukan dengan cara melakukan paper test dan informasi dari maskapai maupun stake holder yang ada di Bandara.

“Oleh karena itu, setelah kami menerima notice to airmen (notam) dari Airnav Indonesia, maka dilakukan penutupan Bandara Banyuwangi per pukul 08:50 WIB hingga 14:50,” kata Asmoro kepada wartawan.

Namun mengingat abu vulkanik masih terus menghujani bandara, maka penutupan akan diperpanjang sampai 6 jam ke depan.

“Secara otomatis akan diperpanjang 6 jam ke depan. Kalau hujan abu masih berlangsung,” ujar Asmoro,.

Kepala Cabang Pembantu Airnav Banyuwangi Suri Fikriansyah menyatakan pihaknya pagi tadi sudah melakukan trip record pilot dan menanyakan kondisi selama penerbangan pertama yang menuju ke Denpasar. Akan tetapi saat itu belum ada abu vulkanik.

“Yang penerbangan kedua, Citilink dari Jakarta mereka landing saya cek langsung ke pesawat memang ada serpihan abu vulkanik,” jelasnya.

Mengenai rute penerbangan di Bandara Banyuwangi, lanjut Suri, seluruhnya sudah terdampak. Mulanya, hanya rute penerbangan di wilayah utara yang terdampak, sehingga seluruh rute penerbangan akan dialihkan lewat selatan.

“Tapi karena sudah terdampak semua kita tidak bisa apa-apa. Jadi kita close saja kita menunggu info lebih lanjut BMKG dan pihak bandara,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas III Banyuwangi menyatakan hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Raung terpantau hingga ke wilayah Banyuwangi bagian timur.

“Kita lihat aktivitas Gunung Raung dari sisi sebaran abu vulkaniknya ke mana. Dan kita lihat abu mengarah ke timur, otomatis Banyuwangi di sekitar timur yang terdampak,” tutur Kepala Stasiuns BMKG Klas III Banyuwangi, Dhira Utama ketika dihubungi.

Dhira menjelaskan, laporan tersebut didapat dari hasil pantauan pada Satelit Himawari BMKG per pukul 12.00 WIB. Pantauan ini diperbarui setiap 30 menit sekali. Tapi kata dia, kondisi cuaca di Banyuwangi berawan sehingga keberadaan abu vulkanik pun lebih sulit dilihat.

Untuk itu, Dhira mengatakan BMKG harus meninjau dan mengonfirmasi kembali ke masyarakat terdampak terkait kondisi abu vulkanik di lapangan. Namun begitu ia menegaskan, warga perlu waspada karena abu dapat mengganggu aktivitas.

“Prediksi abunya cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Kami imbau tetap pakai masker dalam berkendara, agar tidak berimbas abu,” ucap dia lagi.

Mengutip peta interaktif pada situs MAGMA Indonesia, Gunung Raung masih dalam status Waspada atau level II. Aktivitas Gunung Raung sendiri terpantau mulai meningkat sejak Rabu (3/2/2021).

Sementara itu, Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Nia Haerani mengatakan suara gemuruh yang berasal dari aktivitas Gunung Raung terdengar hingga ke Jember.

“Untuk aktivitas kegempaan, pada Rabu pukul 00.00-06.00 WIB terekam tremor menerus dengan amplitudo 5-32 mm,” tutur Nia.

Namun Nia menyatakan belum bisa memastikan aktivitas gunung merupakan sumber dari dentuman keras yang terdengar hingga daerah Kalipuro, Banyuwangi. Suara ini sebelumnya sempat menghebohkan warga setempat. (acs/net)

Achmad Zedun

Read Previous

Langgar PSBB, Karaoke Master Piece Disegel Satpol PP Jakarta

Read Next

Bau Busuk Luapan Banjir di Kudus Bikin Warga Pusing

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *