Gadis Dibawah Umur di Cianjur Diduga Disekap Lalu Diperkosa

Cianjur, Pelitabaru.com

Seorang gadis di bawah umur di Kabupaten Cianjur mengalami penyekapan dan kekerasan seksual oleh teman pria yang dikenalnya melalui media sosial. Akibat kejadian ini, korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP ini mengalami trauma.

Dugaan tindak kekerasaan seksual itu bermula ketika gadis asal Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur berkenalan dengan seorang pria di media sosial Facebook.

Setelah berkenalan cukup lama, korban pun janjian dengan pelaku untuk bertemu dan jalan-jalan.

“Awalnya kenal dari Facebook. Udah itu dia jemput ke rumah, ngajak jalan-jalan,” ujar korban saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/2/2021).

Oleh pelaku, korban diajak ke rumahnya. Di rumah pelaku korban dipaksa meminum obat berwana kuning. Korban akhirnya menuruti permintaan pelaku. Beberapa menit kemudian, korban mulai tak sadarkan diri. Saat itu lah pelaku langsung beraksi menyetubuhi korban.

“Ketika kepala mulai terasa pusing, saya mulai disetubuhi pelaku. Karena tidak kuat pusingnya, saya tidak sadarkan diri. Saya baru terbangun besoknya dengan kondisi pakaian sudah terganti,” ucap korban.

Tak sampai di situ, di hari kedua pelaku kembali memaksa korban untuk meminum obat yang sama. Bila diminum, pelaku berjanji akan mengantarkannya pulang. Nyatanya, ketika korban tak sadarkan diri, pelaku kembali melakukan aksi bejatnya.

Saat korban sadarkan diri, ia melihat di kamar ada beberapa teman pelaku “Saya lihat ada beberapa orang begitu sadar. Pakaian saya juga sudah diganti lagi. Setelah itu baru saya bisa pulang,” kata dia.

Sementara itu, Kasat reskrim Polres Cianjur AKP Anton, mengatakan pihaknya sudah mendapat laporan terkait dugaan penyekapan dan pelecehan terhadap anak di bawah umur tersebut.

Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus yang dialami korban. Namun ia mengaku belum mendapat keterangan secara maksimal, hal itu lantaran kondisi korban masih belum stabil.

“Keterangan korban masih berubah-ubah, mungkin karena masih trauma. Nanti akan kami mintai keterangan lagi setelah kondisi korban membaik,” kata dia.

Menurutnya, yang diduga melakukan penyekapan dan kekerasan seksual seorang pria yang dikenalnya lewat media sosial. Namun kemungkinan ada pelaku lainnya masih didalami.

“Untuk sementara baru ada satu pelaku. Terkait pengakuan korban hingga dilecehkan lebih dari satu orang masih kami dalami. Karena korban juga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkasnya. (acs/dtk)

Achmad Zedun

Read Previous

Usai Dipijat, Pelanggan Bunuh Janda di Rumah Terapis

Read Next

Habisi Nyawa Pemuda, Anggota DPRD Dharmasraya Jadi Buronan Polisi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *