Duh!! Pulau Lantigiang Selayar Dijual Rp 900 Juta ke Pengusaha

Pulau Lantigiang di Kepulauan Selayar, Sulsel. (Foto: Istimewa/Instagram agungrizki90)

Makassar, Pelitabaru.com

Pulau Lantigiang di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sejak beberapa hari terakhir menjadi perbincangan publik. Pulau yang tidak berpenghuni tersebut dijual dengan harga Rp 900 juta.

Kabar penjualan pulau itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato, Nur Aisyah Amnur.

“Pulau Lantigiang masuk dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate,” kata Nur Aisyah, Minggu (31/1/2021).

Polisi yang mendapat laporan itu langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi termasuk Kepala Desa Jinato Abdullah dan Sekdes Jinato Rustam. Kades dan Sekdes turut diperiksa lantaran terlibat dalam pembuatan surat perjanjian jual-beli pulau antara Syamsul Alam dan Asdianti.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Temmangnganro Machmud mengatakan, hasil pemeriksaan, Pulau Lantigiang dijual oleh Syamsu Alam kepada Asdianti sebagai pembeli.

“Kami masih akan mengumpulkan bukti-bukti lainnya untuk menentukan pihak yang dirugikan terkait penjualan Pulau Lantigiang tersebut,” kata Machmud, Minggu (31/1/2021).

Menurut keterangan dari Syamsu Alam bahwa Pulau Lantigiang tersebut dikuasai atau ditinggali oleh neneknya dulu. Adapun hak yang dimiliki oleh penjual adalah surat keterangan kepemilikan ditangani oleh Sekdes tahun 2019.

“Pihak penjual Pulau Lantigiang telah mendapatkan (DP) sebesar Rp 10 juta,” kata Machmud.

Asdianti sendiri diketahui merupakan seorang pengusaha asal Selayar. Dia memiliki suami berkewarganegaraan Jerman.

Kasus jual-beli Pulau Lantigiang ini terungkap setelah pengelola Taman Nasional Wilayah II Jinato mendapat laporan dari petugas resor Jinato yang menemukan fotokopi surat keterangan kepemilikan tanah Pulau Lantigiang serta surat keterangan jual-beli tanah Pulau Lantigiang.

Padahal, pulau yang berada kira-kira sekitar 15 menit dari Pulau Jinato, tempat penyu bertelur. Selain itu, tidak boleh dimiliki secara pribadi karena berstatus dalam kawasan taman nasional.

Namun masyarakat disebut boleh terlibat dalam pengelolaan wisata karena Pulau Lantigiang merupakan zona pemanfaatan. Kawasan pulau tersebut memang telah disiapkan sebagai kawasan wisata. (acs/dtk)

Achmad Zedun

Read Previous

Twit Islam Arogan, Abu Janda Diperiksa Bareskrim Besok

Read Next

Pulau Lantigiang, Tanah Tempat Pelaut Berdoa yang Dijual ke Pengusaha

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *