Kisah Sahidin Sempat Beberapa Kali Ditolak RS Alasan Penuh Pasien Covid-19

Depok, Pelitabaru.com

Di saat pandemi sekarang ini seolah orang tidak boleh ada yang sakit kecuali karena terpapar Covid-19. Pasalnya, hampir semua rumah sakit selalu penuh pasien terpapar Covid-19 sehingga ketika ada yang sakit bukan karena Corona kesulitan mendapatkan ruang perawatan karena selalu penuh.

Hal tersebut baru saja dialami Sahidin (44), warga lingkungan Cikumpa RT 2 RW 6, Kelurahan Sukmajaya, Kota Depok yang sudah terbaring sakit selama lebih dari 14 hari di rumah kontrakannya.

Sahidin menderita sakit yang cukup parah. Ia mengalami demam tinggi, batuk serta pusing layaknya gejala Covid-19. Sang istri kemudian membawanya ke rumah sakit.

“Pertama saya di bawa oleh istri ke RS Citra Medika yang ada di Kalimulya,” tutur Sahidin, Jum’at (29/1/2021).

Di RS swasta itu, anggota Koperasi Jasa Mandiri Sepakat Sejahtera (KJMSS) yang diketuai oleh Ma’ashobirin di diagnosa oleh dokter tersebut mengalami gagal pernapasan, sehingga tidak bisa dirawat dan pada akhirnya ditolak dengan alasan rumah sakit penuh.

Kemudian, Sahidin dilarikan ke RSUD Cibinong. Di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bogor ini Sahidin langsung ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD) lantas oleh tim medis dilakukan cek darah dan Rontgen.

“Tapi ketika mau di rawat jawabannya sama tidak ada kamar,” imbuhnya.

Dari RSUD Cibinong, ia pun mencoba untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lain, sehingga Sahidin dibawa ke RS Sentra Medika di Cisalak. Bahkan di rumah sakit itu dia di diagnosa positif Covid-19. Namun lagi-lagi kamarnya penuh ketika keluarga Sahidin meminta untuk dirawat.

“Pihak Rumah Sakit Sentra Medika menyatakan ruang isolasi penuh, jadi kami dirujuk ke rumah sakit UI. Tapi di rumah sakit UI diagnosanya berbeda dengan rumah sakit sebelumnya, di rumah sakit UI dikatakan normal tidak gagal pernapasan tapi nggak bisa dirawat juga karena ruangan penuh,” tuturnya.

Karena tak kunjung mendapatkan ruang perawatan di RS, Sahidin pun akhirnya kembali dibawa pulang ke rumah kontrakan nya. Ia pun mencoba menghubungi ketua KJMSS Ma’ashobirin untuk meminta bantuan. Ma’ashobirin pun mengaku bingung dengan apa yang bisa ia bantu kepada anggotanya tersebut. Hingga akhirnya Ma’ashobirin memposting kronologis di grup media sosial Info Depok.

“Alhamdulillah media sosial Facebook Info Depok ada yang cepat merespon, sehingga kami langsung dihubungin oleh tim relawan Info Depok yang bernama bapak Adi Sumadi, bapak Adi Sumadi lalu meminta fotocopy KTP, KK kartu BPJS serta lokasi rumah tempat kontrakan bapak Sahidin,” kata Ma’ashobirin.

Ma’ashobirin menuturkan, tak berapa lama kemudian Adi Sumadi menghubungi direktur utama RSU HGA Lely N Setiawan. Lely pun langsung memerintahkan tim medis nya untuk menerima pasien yang telah ditolak di beberapa rumah sakit dan melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ma’ayobirin juga merasa bersyukur dan berterimakasih kepada relawan Info Depok serta RSU HGA yang telah membantu anggotanya tersebut.

“Alhamdulillah akhirnya pak Sahidin dapat di rawat dan mendapatkan pelayanan di RSU HGA dan benar-benar membantu kami,” ungkap istri Sahidin.

Sahidin beserta isinya pun mengaku sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada tim relawan Info Depok yang membantu tanpa imbalan apapun, dan juga kepada ketua Koperasi KJMSS yang sudah meluangkan waktunya untuk berkoordinasi dengan tim relawan Info Depok.

“Ini sudah kewajiban kami, karena kami sangat konsen terhadap masalah sosial kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Adi Sumadi. (adi)

pelitaonline

Read Previous

Pesona Biru Pantai Ora

Read Next

Akhir Pelarian Koruptor yang Buron 9 Tahun Dibekuk di Pengungsian Gempa Mamuju

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *