Akhir Pelarian Koruptor yang Buron 9 Tahun Dibekuk di Pengungsian Gempa Mamuju

Mamuju, Pelitabaru.com

Seorang buronan terdakwa kasus korupsi ditangkap di salah satu tenda pengungsian gempa Mamuju, Perumahan Mutiara Gading, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Mubassir merupakan buronan Kejari Pare-Pare atas kasus proyek pengadaan partisi dan penataan ruangan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Pare-Pare tahun anggaran 2007. Dia ditangkap pada Kamis (28/1/2021) sekitar pukul 16.00 WITA.

“Iya ditangkap di tenda pengungsian Kecamatan Mamuju,” ungkap Plt Kajari Kota Parepare Primabudi, Jumat (29/1/2021).

Mubassir merupakan DPO Kejaksaan Parepare yang melarikan diri sejak 2012 saat pengajuan kasasinya ditolak.

Setelah kasasinya ditolak, terdakwa tidak kooperatif ia justru melarikan diri untuk menghindari petugas, hingga akhirnya ditangkap setelah 9 tahun buron.

Kasi Penkum Kajati Sulbar, Amiruddin mengatakan, Mubassir merupakan terdakwa tindak pidana korupsi proyek pengadaan partisi dan penataan ruangan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Pare-Pare tahun anggaran 2007. Dia didakwa merugikan negara sebesar Rp 30.000.000.

Mubasir, terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 1617 K/Pid.Sus/2011 tanggal 19 Maret 2012.

Atas perbuatannya, terdakwa Mubassir dihukum penjara selama selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 50.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan kurungan penjara selama 2 bulan.

“Terdakwa langsung dijebloskan ke Lapas Parepare,” ujar Primabudi. (acs/net)

Achmad Zedun

Read Previous

Kisah Sahidin Sempat Beberapa Kali Ditolak RS Alasan Penuh Pasien Covid-19

Read Next

Nitrogen Cair Meledak, 6 Pekerja Pabrik Unggas Tewas

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *