Yunan: Blokir Kendaraan Mudah dan Gratis

Jakarta, Pelitabaru.com

Menyongsong pemberlakuan tilang elektronik (e-Tilang) yang bakal diberlakukan Kapolri terpilih, Komjen Listiyo Sigit Prabowo setelah dilantik mendatang bakal berdampak kepada pemilik kendaran yang telah dijual namun belum diblokir.

Hal itu terkait sanksi e-tilang yang dilakukan satuan polisi lalulintas ketika mengirim e-tilang kepada pelanggar sesuai dengan plat nomor polisi dan alamat pemilik kendaraan sesuai dengan data yang terdapat di registrasi dan identifikasi (regiden) yang dimiliki kepolisian.

Petugas Pelaksana Blokir Kendaraan Samsat Jakarta Timur, Yunan Kurnia Edy, mengatakan pihaknya selama ini selalu melayani blokir kendaraan para wajib pajak yang bermaksud untuk melakukan pemblokiran kendaraan bermotor dengan baik.

“Kami selalu siap untuk melayani kepada wajib pajak yang akan melakukan pemblokiran kendaraannya baik itu roda dua maupun roda empat, dan pelayanan itu mudah dan gratis,” papar Yunan, di ruang kerjanya Kantor Samsat Jakarta Timur, Selasa (26/1/2021) kemarin.

Dikatakan Yunan, pada setiap hari kantornya melayani pemblokiran kendaraan wajib pajak baik roda dua dan empat rata-rata 300 berkas pemblokiran kendaraan pada setiap harinya.

“Yang banyak melakukan pemblokiran kendaraan biasanya individu masyarakat, namun ada juga yang atas nama perusahaan,” katanya.

Dimasa pandemi ini, lanjut Yunan, pihaknya melayani masyarakat wajib pajak dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB pada setiap harinya, dan semua pelayanan dilakukan melalui loket pelayanan.

“Pelayanan di loket hanya sampai jam 14.00 WIB, namun absen pulang petugas yakni pada jam 15.00 WIB, tapi kalo ada yang masih mau menyelesaikan pekerjaannya hingga pukul 17.00 WIB ya boleh-boleh saja,” paparnya lagi.

Persyaratan untuk melakukan pemblokiran kendaraan, kata Yunan, cukup hanya memakai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

“Pemohon mengisi formulir dengan melampirkan KTP dan KK serta menandatanganinya di atas materai Rp 10 ribu, maka blokir kendaraan akan efektif pada 4 hari kerja,” ujarnya.

Dalam pemblokiran, menurut Yunan, wajib pajak harus hati-hati saat akan mencantumkan kendaraan yang akan diblokir, karena jika terlanjur diblokir atas kendaran yang dimilikinya dan akan diperpanjang pajaknya maka harus dilakukan proses balik nama.

“Pernah terjadi, ada wajib pajak yang mengisi daftar kendaraan yang akan diblokir, dicantumkan semua kendaraan miliknya, ketika dia mau memperpanjang pajak kendaraannya itu tidak bisa, karena kendaraannya telah masuk kedalam daftar kendaraan terblokir, jadi ya harus balik nama,” tuturnya.

Harapan Yunan, masyarakat wajib pajak dapat melakukan pemblokiran kendaraannya sesuai kebutuhannya dengan mudah, baik melalui online maupun datang ke loket-loket pelayanan di kantor Samsat yang ada. (acs)

Achmad Zedun

Read Previous

Ingin Pulihkan Pariwisata, Sandiaga Uno Berencana Ngantor di Bali

Read Next

Kapal Bermuatan Sembako Ludes Terbakar di Perairan Sulteng

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *