Kerugian Gempa Sulbar Mencapai Rp 829,1 miliar

Ilustrasi pencarian korban gempa Sulbar. (Foto: ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)

Jakarta, Pelitabaru.com

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, total kerusakan dan kerugian akibat gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat mencapai Rp 829,1 miliar. Data tersebut terakhir dihimpun pada 26 Januari 2021.

BNPB merinci, kerusakan dan kerugian akibat gempa di Majene mencapai Rp 449,8 miliar. Dari sektor permukiman senilai Rp 365,3 miliar, sosial Rp 76,9 miliar, ekonomi Rp 5,13 miliar, lintas sektor Rp 2,1 miliar, dan infrastruktur Rp 235 juta.

“Kerusakan di Majene meliputi rumah 4.122 unit, fasilitas ekonomi dan perkantoran 32 unit, fasilitas kesehatan 17 unit dan kantor militer 1 unit,” kata Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai, melalui video conference, Rabu (27/1/2021).

Sementara itu, total kerusakan dan kerugian di Mamuju mencapai Rp 379,3 miliar. Rinciannya, kerusakan terbesar dari sektor permukiman Rp 270,1 miliar, sektor ekonomi Rp 50,4 miliar, lintas sektor Rp 39,9 miliar, sosial Rp 17,4 miliar, dan infrastruktur Rp 1,3 miliar.

“Kerusakan di Mamuju, totalnya 3.741 unit rumah, fasilitas kesehatan 5 unit, jembatan 3 unit, Pelabuhan 1, mini market 1, perkantoran 1 dan hotel 1,” bebernya.

Rifai menyatakan, data kerusakan dan kerugian akibat gempa ini masih bisa berubah. Sebab, Tim Jitupasna dari Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB masih terus melakukan pendataan.

Data yang sudah ada akan diproses dan dilaporkan ke Gubernur Sulbar untuk segera ditindaklanjuti. Begitu pula dengan data susulan. Warga yang sudah terdata kerusakan rumahnya akan segera diberikan dana stimulan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Sesuai catatan saya hampir 80 persen warga yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang, nah mereka akan segera meninggalkan tempat pengungsian. Dana stimulan langsung kami berikan ke mereka 100 persen,” kata Rifai.

Rifai mengungkapkan, pemberian dana stimulan itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Targetnya, kata dia, pemulihan pascagempa di Sulbar akan selesai pada bulan Juni 2021.

“Langkah ini akan mempercepat pemulihan pascagempa. Pemulihan diharapkan dapat selesai pada Juni 2021 nanti, sesuai arahan Presiden Joko Widodo,” kata dia. (acs)

Achmad Zedun

Read Previous

Resmi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Kini Berpangkat Jenderal

Read Next

Benda Misterius Berbentuk Bola Hitam Ditemukan Warga di Tepi Pantai

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *