Teluk Cendrawasih, Surga di Tanah Papua

Papua, Pelitabaru.com

PAPUA salah satu wilayah yang bisa dibilang bagaikan surga tersembunyi. Itu karena wilayah Papua memiliki keberagaman alam yang memikat namun masih jarang terjamah. Mulai dari flora, fauna sampai keindahan alamnya.

Salah satunya adalah Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Keindahan alam destinasi wisata yang satu ini tak kalah memukau dengan Raja Ampat.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih menjadi taman laut terbesar di Indonesia, membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon. Luasnya mencapai 1,453,500 hektar dan tak kurang dari 18 pulau berada di teluk ini.

Gugusan pulau yang ada disana menjadi salah satu magnet tersendiri bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Beberapa pulau yang menawan seperti Pulau Rumberpon, Nusrowi, Mioswar, Yoop, dan Roon.

Teluk Cendrawasih sangat kaya flora dan fauna. Ada 14 jenis flora diawetkan di daerah ini. Kebanyakan dari mereka adalah dari keluarga pohon kasuarina. Ada 196 jenis moluska, 209 jenis ikan, dan beberapa jenis penyu seperti penyu sisik laut, penyu hijau, atau penyu belimbing.

Hal wajib yang harus kamu lakukan saat mengunjungi perairan ini adalah menikmati keindahan bawah lautnya. Kamu bisa diving atau snorkeling sambil melihat beragam jenis biota laut seperti ikan kupu-kupu, kerang terompet, kerang kerucut dan lainnya.

Kamu juga bisa merasakan sensasi berenang bersama penyu, hiu dan lumba-lumba. Teluk Cenderawasih memang merupakan ‘rumah’ bagi hiu paus (Rhincodon typus) yang jinak. Para nelayan dan warga setempat sudah biasa bercengkrama dengan makhluk laut super besar ini.

Jika kamu ingin menjelajahi goa, kamu dapat menemukannya di Pulau Mioswaar. Di pulau ini, ada sebuah goa tua dari era prasejarah. Gua ini merupakan salah satu sejarah karena di dalamnya terdapat kerangka nenek moyang etnis Wandau. Mereka adalah manusia pertama yang datang ke pulau ini. Dalam Numfor Pulau ada juga goa dengan kerangka manusia, cina, dan dada diukir.

Atau juga melihat kitab injil kuno yang merupakan terbitan tahun 1898. Kitab itu sampai saat ini masih disimpan rapi di dalam sebuah Gereja Tua.

Setelah lelah menjelajah, di Pulau Mioswar ini kamu bisa merasakan sensasi pemandian air panas yang mengandung belerang tanpa garam.

Salah satu yang tak boleh dilewati saat kamu berkunjung ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih adalah naik ke sebuah bukit di Desa Kwatisore. Di bukit ini kamu akan melihat Burung Cendrawasih yang menjadi ikon Papua.

Selain Cendrawasih, ada 18 spesies dalam kategori burung yang terancam punah lainnya yang kamu bisa temukan disini. Burung ini bergerak bebas sambil menari-nari di tengah hutan yang masih terjaga.

Cara menuju ke titik lokasi Taman Nasional Cendrawasih sebenarnya tidak terlalu sulit. Letaknya berada di Distrik Sobey Indah, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.  Hanya saja, untuk mencapai ke Taman Nasional Cendrawasih membutuhkan perjalanan kurang lebih 6 jam menggunakan perahu motor.

Perjalanan yang disarankan menuju ke Nabire atau juga Sorong kemudian kamu bisa naik kapal menuju ke pulau-pulau yang ingin kamu tuju. (acs)

 

pelitaonline

Read Previous

Reaksi Kocak Kepala Puskesmas Gorontalo Takut Disuntik Vaksin Covid-19

Read Next

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor Meninggal karena Covid-19

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *