Pabrik Vaksin Covid-19 Terbesar di Dunia Terbakar

Jakarta, Pelitabaru.com

Pabrik pembuat vaksin terbesar di dunia yakni Serum Institute of India (SII) terbakar. Akibat kejadian ini lima orang tewas.

Video dan gambar menunjukkan asap hitam mengepul dari gedung bertingkat di kompleks markas besar SII di kota Pune di negara bagian Maharashtra, New Delhi, India.

Pemerintah negara bagian Maharashtra mengatakan kebakaran itu kemungkinan disebabkan oleh gangguan listrik selama pekerjaan konstruksi.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas penyelamat menemukan lima mayat di gedung yang sedang dibangun. Tapi pihak perusahaan mengklaim bahwa insiden itu tidak berdampak terhadap produksi vaksin.

Pihak perusahaan mengatakan kobaran api melalap fasilitas baru yang sedang dibangun untuk meningkatkan produksi vaksin Covid-19.

Wali Kota Murlidhal Mohol, mengatakan ketika kebakaran terjadi, empat orang berhasil dievakuasi dari bangunan tersebut. Sedangkan lima orang lain yang merupakan pekerja konstruksi pabrik tersebut tak sempat diselamatkan. Mereka diketahui tengah mengerjakan bangunan yang masih dalam tahap konstruksi tersebut.

Berdasarkan penyelidikan awal, aktivitas pengelasan bisa saja menimbulkan kebakaran itu,” kata Mohol dikutip dari Tempo.co yang melansir CNN.com, Sabtu (23/1/2021).

Namun demikian, Mohol mengatakan terkait penyebab pastinya kebakaran tersebut saat ini masih dalam tahap investigasi.

Pimpinan SII Cyrus Poonawala menyatakan, perusahaan akan memberikan kompensasi pada keluarga korban senilai US$34.000. Ini sebagai bentuk pertanggung jawaban.

“Kami sadar dan sangat menyayangkan ada nyawa yang tak terselamatkan. Kami sedih dan menyampaikan duka mendalam,” ujarnya.

SII telah melisensikan vaksin Covid-19 bernama Covidhield yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca. Banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah mulai dari Bangladesh hingga Brasil bergantung pada vaksin produksi SII, yakni vaksin Covishield.

Pada Desember lalu, perusahaan itu mengklaim sudah memproduksi 50 sampai 60 juta dosis tiap bulannya. (acs)

Achmad Zedun

Read Previous

Ini Respon Satgas Covid-19 Terkait Pernyataan Menkes 

Read Next

Doni Monardo Positif Terpapar Covid-19

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *