Langgar Protokol Kesehatan, 13 Tempat Usaha di Surabaya Disegel

Surabaya, Pelitabaru.com

Selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Pemerintah Kota Surabaya menyegel 13 tempat usaha. Tindakan penyegelan dilakukan lantaran unit usaha itu melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Unit usaha yang disegel petugas Penegak Peraturan Daerah rumah karaoke, panti pijat, dan diskotik.

“Tempat hiburan umum masih ada yang buka. Padahal, seharusnya belum boleh,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto, Jumat (22/1/2021).

Hal itu mengaku pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 67 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Mencegah dan Memutus Mata Rantai COVID-19 dan perubahannya di Perwali Nomor 2 Tahun 2021.

Adapun dari 13 unit usaha yang disegel meliputi enam rumah hiburan hasil temuan petugas Satpol PP dan tujuh lainnya hasil temuan jajaran Linmas.
“Termasuk di kecamatan juga melakukan penghentian kegiatan yang sifatnya RHU,” kata Eddy dikutip dari Antara.

Selain melakukan penyegelan, pihaknya juga telah melakukan penindakan terhadap perorangan maupun unit usaha lainnya karena dianggap melanggar protokol kesehatan. Mereka dikenakan sanksi administrasi mulai dari sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 25 juta, sesuai jenis pelanggaran maupun kategori usaha.

“Ada juga pemilik warung kopi didenda Rp500 ribu, usaha menengah Rp1 juta juga ada. Kemudian tempat hiburan malam kita denda Rp5 juta karena masuk kategori menengah,” bebernya. (acs)

Achmad Zedun

Read Previous

Biar Nyaman, Ketua DPRD Sulbar Bagikan Batu Tawas ke Pengungsi Gempa

Read Next

Menkes Sebut Testing Covid-19 di Indonesia Salah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *