Tunjukan KTP, di Tempat Ini Bisa Dapat Benih Sayuran Gratis

foto : Petugas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor menunjukan benih sayuran gratis

Bogor, Pelitabaru.com

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor menyediakan beberapa macam benih sayuran gratis bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam dengan memanfaatkan ruang terbatas di rumahnya.

Bagi yang ingin mendapat benih tersebut, Anda cukup membawa fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) lalu menyerahkannya ke petugas di klinik Bogor Berkebun. Selain sayuran, juga tersedia benih padi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Holtikultura dan Penyuluhan Pertanian pada DKPP Kota Bogor, Dian Herdiawan mengatakan, klinik Bogor Berkebun dibuka sejak 16 Desember 2020. Hingga saat ini tercatat ada 107 orang yang datang ke kantor DKPP.

“Terakhir hari kemarin tercatat sudah 107 orang mengajukan. Untuk mendapat benih sayuran dan padi, syaratnya cuma fotocopy KTP saja. Satu sachet (cabai) ini bisa 400 sampai 500 polibag satu orang,” kata Dian, Kamis (20/1/2021).

Dian melanjutkan, benih yang disediakan ada delapan jenis. Mulai dari bayam, kangkung, caisin, terung, pare, kacang panjang, buncis dan cabai yang berjumlah seribu sachet.

Selain menyediakan benih, masyarakat juga dapat mengikuti pelatihan dan pendampingan secara gratis, seperti bimbingan teknologi pertanian, kursus tani dan magang.

Pelatihan dan pendampingan itu dilaksanakan secara online dan offline oleh penyuluh dan kader pertanian di Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar se-Kota Bogor.

“Dan kami juga memberikan buku saku tentang cara menanam dan mendistribusikannya,” tambah Dian.

Ia menjelaskan, penyediaan benih gratis itu sebagai salah satu upaya pemenuhan bahan pangan bagi masyarakat melalui aktivitas pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming.

“Kami menindak lanjuti gerakan Bogor Berkebun dimana pak wali kota berharap kegiatan berkebun sebagai salah satu upaya ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan di perkotaan jadi lebih produktif. Dan urban farming ini diharapkan sebagai budaya baru di masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Hal ini juga, sebagai solusi mengurangi sampah organik yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS). Masyarakat diajak untuk memilah sampah organik untuk bahan baku organik atau pestisida nabati dengan pendampingan penyuluh. (acs)

pelitaonline

Read Previous

Petugas Kebersihan Temukan Granat dan Peluru di Kolong Jembatan

Read Next

Anak Gugat Ayah Kandung Rp 3 Miliar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *