Pemprov Sulbar Tak Akan Beri Sanksi yang Enggan Divaksin Covid-19

ilustrasi vaksin Covid-19

Sumatera Barat, Pelitabaru.com

Vaksinasi Covid-19 tahap pertama sudah dimulai di Sumatera Barat (Sumbar) pada 14 Januari 2020. Unsur pemerintahan dan tenaga kesehatan menjadi prioritas pada vaksinasi tahap awal ini.

Tahapan selanjutnya, vaksin sinovac buatan perusahaan asal China ini akan diberikan kepada masyarakat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal menegaskan tidak akan memaksa masyarakat untuk menjalani vaksinasi. Hal ini menyusul informasi adanya penolakan vaksinasi.

“Tentu kami menghargai hal itu. Namun memang tidak ada pemaksaan untuk masyarakat divaksin,” ujar Jasman, Sabtu (16/1/2020).

Jasman memaklumi keresahan masyarakat terkait keamanan vaksin, tetapi BPOM sudah memastikan bahwa vaksin ini aman dan MUI pun sudah mengeluarkan sertifikasi halal.

“Unsur pemerintah juga sudah melakukan vaksinasi, ini untuk memotivasi dan mengedukasi masyarakat bahwa vaksin Covid-19 aman untuk dilakukan,” jelasnya.

Jasman mengatakan, pemberian vaksin merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat. Terutama penyebaran Covid-19. Namun upaya ini tentu mesti dilakukan bersama-sama agar pandemi segera berakhir.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga menegaskan bahwa tidak ada sanksi bagi masyarakatnya yang menolak untuk disuntik vaksin Covid-19.

“Kita ikut kebijakan pemerintah pusat, jika dari pusat tidak ada sanksi maka kita juga tidak membuat aturan itu,” ucapnya. (acs)

 

 

Achmad Zedun

Read Previous

Paman dan Keponakan Tewas Tenggelam di Sungai Rawa Jeler Jonggol

Read Next

Fenomena Gempa Sulbar Tak Lazim dan Aneh, BMKG Imbau Warga Waspada

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *