Akhir Petualangan ‘Wanita Siluman’ Penyebar Video Call Seks

Ilustrasi (Internet)

Jambi, Pelitabaru.com

AT seorang pemuda asal Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sorolangun, Jambi kini hanya bisa menyesali nasibnya. Ia harus rela mendekam di balik jeruji besi akibat perbuatan melawan hukum yang telah dilakukannya.

Pria kelahiran 1997 ini ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau lantaran memeras seorang warga Riau dengan ancaman menyebarkan konten asusila video call seks.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Andri Sudarmadi mengatakan, pengancam penyebar video call seks ini ditangkap di rumahnya di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sorolangun, Jambi pada 6 Januari 2021.

“Setelah menerima laporan dari korban, kami langsung menyelidiki keberadaan pelaku, dan hingga berhasil menangkapnya,” kata Andri kepada awak media, Rabu (13/1/2021).

Selain menangkap pelaku, penyidik menyita uang senilai Rp7 juta hasil pemerasan terhadap korban.

“Kini tersangka sudah ditahan di Polda Riau dan masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Andri.

Dari pengakuan tersangka, pelaku sebelum beraksi membuat sebuah akun palsu di media sosial Facebook dengan menggunakan nama perempuan yakni Chidy Moy. Untuk memikat korbannya, AT memai photo profile seorang wanita cantik.

“Foto itu dia ambil dari google lalu dijadikan photo profilenya,” terang Andri.

Setelah itu, tersangka mulai mencari korban di Facebook dengan memulai chatting kepada calon korban. Tersangka kemudian menawarkan video call seks dengan tarif hingga membuat korban tergiur.

Ketika ada calon korban, tersangka menyiapkan sebuah video porno untuk persiapan video call di telepon. Selanjutnya, tersangka melakukan video call dengan menggunakan telepon lainnya.

“Telepon pertama di dekatkan dengan telepon kedua yang berisi tayangan pornografi,” ujar Andri.

Saat video call seks itu berlangsung, tersangka merekam dengan aplikasi tangkapan layar. Setelah itu, tersangka mengancam kepada korbannya akan menyebar video tersebut di Facebook.

Tersangka lalu menawarkan kepada korban dengan maksud agar video tersebut tidak disebar di medsos. Pelaku saar itu meminta uang senilai Rp7 juta kepada korban. Karena takut videonya disebar, korban dengan terpaksa menerima tawaran itu.

Beberapa hari kemudian, tersangka meminta uang kembali sebesar Rp13 juta. Karena merasa diperas, korban kahirnya melapor kasus itu ke Polda Riau.

zedun zedun

Read Previous

Mobil Pembawa Pasien Covid-19 Terguling di Tol Jagorawi, Polisi: Sopir Lalai

Read Next

6 Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Ini Identitasnya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *