Sepanjang 2020, Ada 117 Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis

(Internet)

Jakarta, Pelitabaru.com

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengungkapkan telah terjadi peningkatan kekerasan terhadap jurnalis sepanjang tahun 2020.

“Meningkat drastis dari tahun sebelumnya, yaitu (lebih dari) 30 persen,” kata Direktur LBH Pers Ade Wahyudi dalam melalui siaran daring, Selasa (12/1/2021).

Dia menuturkan, kekerasan terhadap jurnalis pada 2020 mencapai 117 kasus. Menurut Ade angka ini tertinggi sejak pasca reformasi.

“Tahun 2020 jumlah kekerasannya paling banyak pasca reformasi, jadi ya artinya tahun 2020 tahun yang terburuk pasca reformasi bukan hanya di era Jokowi saja. Memang dari 1998 sampai sini yang melebihi angka 100 (kasus) itu tahun 2020,” ucap Ade.

Ade menuturkan, kekerasan terhadap jurnalis sebagain besar terjadi di arena demonstrasi. Ade bahkan membeber angkanya lebih dari 70 kasus jurnalis yang mengalami kekerasan saat meliput aksi demonstrasi.

“Meliput demonstrasi Omnibus Law gitu ya itu menjadi kasus yang terbanyak, bahkan lebih dari 70 kasus itu berasal dari meliput demonstrasi Omnibus Law,” jelas Ade.

Kekerasan yang terjadi terhadap jurnalis, selalu bersinggungan dengan aparat keamanan. Ade menduga sebenarnya aparat di lapangan tidak menargetkan jurnalis, tetapi karena jurnalis sedang mendokumentasikan sebuah peristiwa kekerasan, maka mereka pun kerap turut menjadi sasaran kekerasan pula.

“Baik itu menghapus (file), alatnya dirampas, atau bahkan ditangkap itu terjadi. Dan di sebelumnya (2019) tidak ada penangkapan, tapi di tahun 2020 ada penangkapan dan saya pikir ini jadi hal yang cukup berbahaya,” kata Ade. (net/bil)

pelitaonline

Read Previous

9.150 Dosis Vaksin Covid-19 Tiba di Kota Bogor

Read Next

Kotak Hitam Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *