Jalan Jenderal Sudirman Kota Bogor Bakal Disterilkan Selama 10 Jam

Bogor, Pelitabaru.com

Pemerintah Kota Bogor berencana mensterilkan Jalan Jenderal Sudirman dari aktivitas warga, termasuk lalu lalang kendaraan roda dua dan empat.

Sterilisasi di jalan protokol itu dimulai pukul 19.00 hingga 05.00 WIB pagi atau selama 10 jam. Langkah tersebut diambil seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali sejak 11 hingga 25 Januari 2021.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Agustian Syah membenarkan akan ada sterilisasi di Jalan Jenderal Sudirman. Hal ini dilakukan lantaran daerah tersebut kerap menjadi titik kerumunan massa.

Padahal, saat ini penularan Covid-19 di Kota Bogor masih belum terkendali. Rata-rata kasus baru Covid-19 mencapai 70 orang per hari.

“Rencananya akan ada penyekatan jalan dimulai pukul 19.00 sampai dengan 05.00 WIB,” ujar Agustian Syah saat dihubungi, Senin (11/1) malam.

Selama dilakukan sterilisasi, pedagang tidak boleh berjualan dan kendaraan dilarang melintasi jalur tersebut.

“Nanti petugas gabungan akan siaga penuh di lokasi pada jam tersebut,” ujar Agustian.

Namun begitu, sampai saat ini Pemkot Bogor belum memutuskan kapan dimulainya sterilisasi di Jalan Sudirman itu.

“Belum ditentukan karena harus dibahas kembali bersama Dishub dan Satlantas Polresta Bogor Kota,” ujar dia.

Berdasarkan skema yang telah dibuat Pemkot Bogor, penutupan total Jalan Jenderal Sudirman dilakukan di Simpang Air Mancur dan Simpang Bogor Permai. Hal itu lantaran di sepanjang jalur tersebut selalu ramai aktivitas warga sejak petang hingga dini hari.

“Tapi untuk lebih jelasnya akan kami bahas lagi Selasa besok,” kata dia.

Selain di Jalan Sudirman, kawasan Jembatan Merah dan Jalan Suryakancana juga kerap menjadi pusat kerumunan warga. Karena itu, dua wilayah tersebut juga akan menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

“Rencananya untuk di dua titik itu akan diatur jam buka PKL atau ada rekayasa lainnya. Sebab, pada titik-titik itu kerumunan warga sulit dikendalikan,” ungkapnya.

Selama masa PPKM di Kota Bogor, Dinas Koperasi dan UMKM memperbolehkan PKL tetap berjualan. Akan tetapi, jam operasional pedagang dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB. Sedangkan selama PSBMK Kota Bogor, pedagang diperbolehkan berjualan hingga larut malam.

“Tapi perihal ini akan dimatangkan lagi bersama semua stakeholder,” ujar Agus.

Menurutnya, bagi unit usaha maupun seseorang yang melanggar aturan selama diberlakukan PPKM akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Wali Kota Bogor.

“Hukumannya dimulai dari teguran hingga penutupan tempat usaha selama PPKM. Soal jam operasional sampai sanksi sudah disosialisasikan,” imbuhnya. (acs)

zedun zedun

Read Previous

Presiden Perpanjang Larangan Masuk bagi WNA ke Indonesia

Read Next

Pencarian Black Box Terkendala Puing Pesawat Sriwijaya Air

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *