Menolak Rapid Test Antigen, Wisatawan Cekcok dengan Petugas di Puncak

Bogor, Pelita Baru

Beberapa pengendara terlibat cekcok dengan petugas gabungan saat melakukan pemeriksaan surat negatif rapid test antigen di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Kamis (31/12/2020).

Insiden berawal saat petugas memeriksa surat negatif rapid test antigen kepada pengemudi dan penumpang dalam satu kendaraan. Saat pemeriksaan, salah satu petugas mendapati bahwa surat yang ditunjukan sudah kadaluarsa atau tak berlaku.

Petugas kemudian meminta pengemudi dan penumpang turun dari mobil untuk kemudian menjalani pemeriksaan rapid test antigen. Sempat terjadi perdebatan antara pengendara dengan petugas.

“Masa rapid test lagi ?, saya rapid juga kan bayar,” kata seorang pengendara tersebut.

Petugas pun tak ambil pusing dan tetap meminta mereka untuk menjalani tes cepat dengan alasan surat hasil negatif yang mereka bawa sudah kadaluarsa. Hal ini membuat pengendara marah hingga terjadi cekcok dengan petugas.

Namun kejadian itu tidak berlangsung lama setelah petugas lainnya berupaya menenangkan suasana.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Bogor Ipda Ardian Novianto menjelaskan, peristiwa itu dipicu lantaran yang bersangkutan menolak di rapid test antigen. Sebab dari hasil pemeriksaan, surat hasil negatif yang mereka bawa sudah kadaluarsa.

“Surat itu masa berlakunya hanya tiga hari. Itu sudah lebih dari 3×24 jam. Kalau ingin tetap melanjutkan perjalanan ya harus rapid test,” ujarnya.

Pengendara mobil tersebut akhirnya memilih memutar balik dan tidak melanjutkan perjalanan ke Puncak.

“Tapi dari sekian pengendara yang tidak bawa hasil negatif, banyak juga yang ikut rapid test antigen,” ujarnya. (acs)

Achmad Zedun

Read Previous

Jelang Tahun Baru, Objek Wisata di Sukamakmur Sepi Wisatawan

Read Next

Forkopimda Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Tahun 2021

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *