Rencana Pembangunan Gedung RSUD Kota Bogor Terancam Batal

Wali Kota Bogor meninjau RSUD Kota Bogor

Bogor, Pelita Baru

Rencana pembangunan dua blok baru untuk RSUD Kota Bogor terancam batal. Kabarnya, Pemkot Bogor tak bisa menyerap dana pinjaman lunak program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bila skema pembiayaan sebuah pembangunan memakai sistem tahun ganda (multi years).

Ya, sejatinya pemkot telah menetapkan bahwa anggaran pembangunan dua blok baru di kawasan RSUD  senilai Rp255 miliar bakal meluncur dari Program PEN. Di sisi lain, pemkot juga telah menetapkan pembangunan fasilitas baru tersebut harus berkelanjutan.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor dr lham Chaidir mengatakan, saat ini pemkot telah membawa persoalan ini ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dikonsultasikan.

“Perencanaannya sudah matang namun harus dilakukan multi-years atau tahun ganda. Kita menunggu pemkot yang sedang melakukan konsultasi di depdagri, mudah-mudahan bisa terlaksana,” kata Ilham, Selasa (22/12/2020).

Ilham pun memaparkan kenapa pembangunan harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal itu dikarenakan pondasi untuk blok satu dan blok empat menyatu, sehingga pembangunannya tidak dapat dipisah.

“Idealnya pembangunan blok satu dan blok empat itu dilakukan bersamaan agar menghasilkan kontruksi bangunan yang kokoh dan terkonek secara teknis,” jelasnya.

Rencananya, pembangunan dua blok RSUD Kota Bogor ini akan dimasukkan kedalam KUA-PPAS pada APBD Perubahan 2021. Namun berdasarkan peraturan yang ada, anggaran yang dimasukkan kedalam KUA-PPAS APBD Perubahan tidak boleh proyek multi years.

Sehingga, lanjut Ilham, kemungkinan pembangunan baru bisa dilaksanakan pada 2022.

“Ternyata dalam KUA-PPAS APBD-Perubahan juga diatur dalam aturannya tidak bisa untuk multi years, berarti kemungkinan dimulai 2022 tapi nantinya itu malah berbunga dan itu yang kita hindari,” kata Ilham.

Lebih lanjut, Ilham pun memaparkan fasilitas yang akan dimiliki oleh dua blok baru RSUD Kota Bogor ini yang akan dibangun diatas lahan 17 ribu meter per segi. Diantaranya adalah 56 ruangan untuk poliklinik, ruangan ICU, ICCU, NICU dan PICU.

“Untuk di blok empat itu akan ada fasilitas radiotherapy, MRI dan CT scan,” tandasnya.

Di pihak lain, Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Dadang Danubrata, pihaknya meminta pemkot segera mencari solusi terkkait hal ini.

“Jadi berdasarkan informasi dari Kemendagri, anggaran PEN ini tidak bisa digunakan untuk pembangunan multi years. Tapi kan pembangunan RSUD Kota Bogor ini sudah dipastikan multi years,” kata Dadang.

Anggaran dari program PEN itu sendiri baru bisa dicairkan tahun depan dan dimasukkan ke dalam APBD Perubahan 2021. Sehingga dengan sisa waktu yang ada, tidak memungkinkan dapat menyelesaikan pembangunan dua blok tersebut.

“Jadi intinya kita mensupport untuk pembangunan RSUD, tinggal kita harus memastikan jangan sampai pencairan PEN ini menabrak aturan yang sudah ada, yaitu peraturan multi years tadi. Sebab ini beda hal dan itu tidak mungkin dipaksakan,” jelas Dadang.

Sekadar diketahui, Pemkot Bogor mengajukan pinjaman ke pemerintah pusat sebesar Rp494,5 miliar.

Penggunaan anggaran tersebut akan meliputi pembangunan dua blok RSUD Kota Bogor sebesar Rp255 miliar, pembangunan jembatan Otista Rp120 miliar, pembangunan jembatan Sempur Rp75 miliar dan pengembangan kawasan Suryakencana Rp30 miliar. (ega)

 

pelitaonline

Read Previous

RSUD Cibinong Tak Kunjung Operasikan Cath Lab

Read Next

Bareskrim Tidak Segan Hukum Mati Pengedar Narkoba

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *