Disebut Terlibat Korupsi Bansos Covid-19, Gibran: Saya Tak Akan Tinggal Diam

Jakarta, Pelita Baru

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka disebut-sebut telah merekomendasikan PT Sritex dalam pengadaan tas bantuan sosial (bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Terkait tudingannya itu nama Gibran pun menjadi bahan perbincangan netizen, bahkan tagar #TangkapAnakPakLurah sempat menjadi trending topic di Twitter.

Calon Wali Kota Solo akhirnya angkat bicara terkait hal tersebut. Gibran mengaku akan menunggu proses kasus suap yang menjerat eks Menteri Sosial, Juliari P Batubara, yang kini sedang ditangani KPK.

“Ini kan proses dari KPK sudah berjalan, nanti kan kelihatan terang, kelihatan jelas, siapa pemain-pemainnya,” ujar Gibran dikutip dari Channel Youtube KompasTV, Selasa (22/12/2020).

Gibran juga mempertanyakan bukti yang menjadi dasar dirinya disebut ikut terlibat dalam dalam pengadaan tas bansos Covid-19 oleh Kemensos kepada PT. Sritex.

Diketahui, kasus ini mencuat setelah salah satu majalah terkemuka Indonesia menulis bahwa Gibran diduga terlibat merekomendasikan pengadaan tas bansos.

“Kan enggak ada buktinya sampai sekarang? Yang tadi menuding saya apa ada bukti, buktinya apa gitu aja kok, orangnya siapa, kalau saya terlibat buktinya apa,” kata Gibran.

Ia menegaskan tidak akan tinggal diam, karena tudingan soal dana bansos ini sudah merugikan namanya. “Omongan-omongan orang yang ga ada buktinya. Kita lihat saja nanti, saya sih ga akan tinggal diam,” ujarnya

Gibran juga mengaku siap ditangkap apabila terbukti terlibat dalam kasus korupsi dana bantuan sosial Covid-19.

“Ya tangkap saja kalau salah. Tangkap aja kalau ada buktinya. Saya tegaskan lagi, saya tidak pernah ikut-ikut,” ujar Gibran.

Gibran mengaku mengenal Menteri Sosial nonaktif itu, akan tetapi belum pernah bertemu dengan politisi PDIP tersebut.

“Kenal sih kenal, tapi belum pernah ketemu sekalipun. Dan tidak pernah yang namanya saya ikut campur dalam masalah bansos ini apalagi merekomendasikan goddie bag,” kata dia. (ACS)

pelitaonline

Read Previous

Antrean Mengular di Bandara Soetta Gara-gara Wajib Rapid Test Antigen

Read Next

Sejuta Pesona di Negeri Kayangan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *