PT KAI Wajibkan Penumpang Kereta Rapid Tes Antigen

Ilustrasi, kondisi di Stasiun Bogor saat pandemi Covid-19

Jakarta, Pelita Baru

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero secara resmi menerapkan kewajiban bagi penumpang kereta jarak jauh untuk menunjukkan hasil tes rapid antigen Covid-19, setelah sebelumnya hanya mewajibkan rapid test.

Kebijakan tersebut sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Kemudian, berdasarkan Surat Edaran Kemenhub Nomor 23 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian Selama Masa Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19

“Untuk memudahkan calon penumpang yang akan menggunakan moda transportasi ini, tes rapid antigen Covid-19 dibuka di sejumlah stasiun,” kata Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI Dadan Rudiansyah, Senin (21/12/2020).

Adapun lokasi tahap awal tes rapid antigen Covid-19 tersebut yakni di Stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Kiaracondong, Stasiun Cirebon Prujakan, Tegal, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, dan Surabaya Pasar Turi.

Dadan menjelaskan, hasil tes rapid antigen Covid-19 sebagai syarat untuk naik kereta api jarak jauh Pulau Jawa. Tak hanya di Pulau Jawa, untuk perjalanan di Pulau Sumatera pun harus menyertakan surat keterangan hasil rapid test antibodi non reaktif atau tes PCR negatif Covid-19.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menegaskan, syarat perjalanan penumpang kereta jarak jauh masih mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 nomor 9 tahun 2020 serta Surat Edaran Menteri Perhubungan nomor 14 tahun 2020.

“PT KAI tetap merujuk pada surat edaran tersebut di mana para pelanggan kereta api diwajibkan untuk memenuhi syarat rapid test,” ucap Didiek diJakarta, Minggu (20/12/2020).

Untuk angkutan selama masa libur natal dan tahun baru (Nataru) yakni 18 Desember 2020 sampai 6 Januari 2021, ada 1.459 kereta api yang dioperasikan.

Pada 18 Desember 2020, KAI sudah memberangkatkan 70 perjalanan dari Jakarta dengan jumlah penumpang sekitar 19 ribu orang. Esok harinya, ada 66 perjalanan kereta api dengan jumlah penumpang sekitar 18 ribu orang.

“Untuk hari ini ada 72 perjalanan. Tiket yang terjual ada 18.700 tiket,” jelasnya.

PT KAI juga menyediakan rapid test di stasiun-stasiun besar di Jakarta guna memudahkan para penumpang yang hendak bepergian ke luar Jakarta.

Guna mencegah penularan Covid-19, PT KAI mengimbau agar penumpang mematuhi protokol kesehatan sesuai SE Satgas nomor 9 tahun 2020 dan SE Menhub nomor 14/2020.

“Mari kita bersama-sama hormati protokol itu menjaga jarak, memakai masker dan sering mencuci tangan,” ucapnya. (ACS)

 

Achmad Zedun

Read Previous

Akses Keluar Masuk Karawang Ditutup Jelang Tahun Baru

Read Next

Menteri Keuangan Siapkan Anggaran Rp 54,4 Triliun untuk Vaksin Covid-19

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *