Ketua Dewan Minta Anggaran Puluhan Miliar Pemeliharaan Stadion Pakansari Diaudit

Bogor, Pelita Baru
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, minta agar anggaran pemeliharaan sarana olahraga Stadion Pakansari yang mencapai puluhan miliar diaudit secara benar.

“Saya lihat pemeliharaan dan perawatan rumputnya aja tidak terpelihara dengan baik, bahkan terkesan asal-asalan,” katanya Jumat (18/12) pakan lalu.

Bahkan, lanjut Rudy, terhadap pemeliharaan gedung stadionnya juga tampak kurang baik, hal itu terlihat ketika dia berkunjung ke gedung stadion pakansari itu dilihatnya ada engsel pintu yg coplok dan cat gedung stadion yang sudah kusam.

“Padahal dana atau anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan lapangan maupun gedung stadion pakansari itu mencapai diatas 10 miliar per tahunnya” tandas Rudy.

Untuk itu, Rudy berharap dalam proses pemeriksaan penggunaan anggaran pemeliharaan lapangan dan gedung stadion pakansari  oleh pihak instansi berwenang harus secara baik dan benar, karena yang digunakan untuk menopang anggaran itu adalah uang rakyat.

Disisi lain, Rudy juga mengatakan bahwa dirinya  pernah menyampaikan kepada Pejabat Dispora Kabupaten Bogor berupa gagasannya agar dalam pengelolaan maupun perawatan atas stadion pakansari itu dibuat payung hukumnya dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).

“Dengan Perda itu, nanti apapun yang dilakukan kegiatan di stadion pakansari ada payung hukumnya, tapi saya tunggu sampai saya ini pejabat terkait sama sekali tidak mengusulkan apa-apa, saya jadi tanda tanya ada apa ini,,?” ujar Rudy lagi.

Secara rinci Rudy mengatakan manfaat ketika perda itu diberlakukan untuk mengatur dan sebagai payung hukum dalam pengelolaan stadion pakansari itu.

“Nanti pengelolaan stadion bukan menyedot anggaran, tapi malah dapat menjadikan bagian daripada pendapatan asli daerah (PAD) berbentuk retribusi.

“Misalnya dari parkirnya, dari penyewaan lapangannya, Bahakan termasuk pada ruang-ruang gedung stadionnya ,,” kata Rudy.

Apalagi, lanjut Rudy, stadion pakan Sarai sudah masuk daftar untuk pelaksanaan pertandingan sepak bola bertaraf internasional, maka kondisi stadion pakansari harus terjaga dengan baik dan memenuhi standar lapangan sepak bola  sekelas internasional juga.

“Kalau lapangan bolanya seperti itu, bisa saja ada pemain sepak bola yang bertaraf internasional menolak untuk main di lapangan itu ketika dia melihat bahwa standar teknis pengadaan rumputnya tidak sesuai bertaraf lapangan sepak bola internasional,” ujarnya.

Sebab, kata Rudy, para pemain bola bertaraf internasional itu kakinya dirawat benar bahkan diasuransikan. Dia tidak mau gara-gara bermain di lapangan yang pengadaan dan pemeliharaan rumput yang tidak standar, mengakibatkan kakinya cidera.

“Saya aja merawat lapangan untuk berlatih kuda di Polo-polo,  sangat hati-hati dan penuh ketelitian, tiap dua hari sekali rumput dipangkas dengan menggunakan traktor, serta alas untuk tanam rumputnya juga bukan sembarangan, hal itu untuk menjaga agar kaki kuda yang berlatih tidak terkilir atau cidera,” pungkasnya.(don)

webpelitabaru@gmail.com

Read Previous

Menteri Keuangan Hitung Anggaran Program Vaksinasi Gratis

Read Next

Kepala Bappeda : Jangan Diadu-adu dong

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *