Bantuan Subsidi Gaji Bakal Diperpanjang hingga 2021

Jakarta, Pelita Baru

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendukung kembali perpanjangan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji di 2021. Kebijakan program BSU untuk tahun 2021, kini masih dalam tahap diskusi pembahasan di tingkat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

“Terkait kebijakan BSU di tahun 2021, Kemnaker tentu siap mendukung program kembali muncul tahun depan, karena sangat baik” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Kamis (17/12/2020).

Program BSU diatur dalam regulasi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja Buruh dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Mereka yang berhak menerima BSU adalah pekerja atau buruh yang memenuhi persyaratan dan sesuai kriteria antara lain WNI; pekerja penerima upah; tercatat sebagai anggota aktif BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020; gaji yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan di bawah Rp5 juta; dan memiliki rekening yang aktif.

“Data calon penerima BSU bersumber dari BPJS Ketenagakerjaan, telah diverifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia.

Awalnya, program yang dimulai Agustus 2020 itu ditargetkan sebanyak 15,7 juta pekerja. Namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi terhadap data yang diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, maka data pekerja yang dapat menerima BSU ini hanya 12,4 juta pekerja.

Dengan total bantuan yang diberikan kepada masing-masing pekerja adalah Rp 600 ribu selama 4 bulan atau total sebesar Rp 2,4 juta, dan diserahkan melalui 2 termin, di mana setiap termin sebesar Rp1,2 juta.

Kemudian termin I diserahkan pada periode September-Oktober 2020, sedangkan termin II pada periode November-Desember 2020, yang mana penyaluran termin II saat ini masih berjalan.

Karena ada anggaran BSU yang tersisa,Kemenaker akhirnya mengembalikannya kepada Bendahara Negara dan dimanfaatkan bagi Subsidi gaji guru honorer melalui masing-masing instansi yakni Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemdikbud) maupun Kementerian Agama (Kemenag).

“Maknya jika BSU dilanjutkan di tahun 2021 Kemnaker siap untuk mengolah, dan menyalurkan kembali BSU tersebut kepada para pekerja/buruh yang terdampak,” pungkasnya. (ACS)

Achmad Zedun

Read Previous

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 4 Penumpang Minibus Tewas

Read Next

Ayah dan Anak di Bogor Bersekongkol Bunuh Tetangganya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *