Habib Rizieq Shihab Ditetapkan Tersangka Kerumunan di Petamburan

Muhammad Rizieq Shihab menyapa para pengikutnya yang membanjiri jalan menuju kediamannya di sekitar Petamburan, Jakarta pada Selasa (10/11/2020). tirto.id/Andrey Gromico Baca selengkapnya di artikel “Susul Kopda Asyari, Anggota TNI AU ‘Sambut Rizieq’ Kena Sanksi”, https://tirto.id/f6UZ

Jakarta, Pelita Baru

Polisi menetapkan Habib Rizieq Shihab (HRS) bersama lima orang lainnya sebagai tersangka kerumunan saat acara pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, keenam tersangka tersebut adalah Rizieq Shihab sebagai penyelenggara. Kedua, ketua panitia dengan inisial HU, ketiga sekretaris panitia inisial A, keempat inisial MS sebagai penanggungjawab di bidang keamanan, kelima inisial SL sebagai penanggungjawab acaranya, dan terakhir HI, sebagai kepala seksi acara.

Ia menegaskan kepolisian akan menggunakan kewenangannya dalam melakukan upaya paksa kepada enam tersangka tersebut sesuai aturan perundang-undangan.

“Dengan pemanggilan atau dilakukan dengan penangkapan itu upaya paksa,” tegas Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2020).

Menurut Yusri penetapan enam tersangka ini dilakukan setelah pada Selasa (8/12/2020) dilakukan gelar perkara kasus kerumunan massa di acara akad nikah puteri pentolan FPI itu.

“Enam orang kita tingkatkan dari saksi menjadi tersangka, nanti kita masih menunggu yang lain,” ujar Yusri.

Keenam tersangka dikenakan Pasal 160 dan 216 KUHP. Pasal 160 KUHP berbunyi, barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 216 ayat (1) KUHP menyebutkan, barangsiapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000.

Pada akhir November lalu, polisi telah menjadwalkan gelar perkara namun batal lantaran penyidik masih memerlukan keterangan sejumlah pihak.

Dalam kasus ini, Rizieq telah dua kali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, yakni pada 7 Desember namun Rizieq mangkir.

Kegiatan Rizieq berupa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putrinya di Petamburan beberapa waktu lalu dinilai mengabaikan protokol kesehatan. (ACS)

pelitaonline

Read Previous

Pria Ini Nekat Panjat Reklame dan Pasang Spanduk Protes DPR di Bogor

Read Next

Puluhan Prajurit TNI AL Dilatih Penyiaran

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *