Anggaran Paska Bencana Rp92 Miliar

Bogor, Pelitabaru.com
Pemerintah Kabupaten Bogor menganggarkan Rp92,9 miliar untuk penanganan pascabencana di Kecamatan Sukajaya dan beberapa wilayah lainnya. Anggaran tersebut akan dialkokasikan untuk pembangunan hunian sementara (huntara), penyiapan lahan, penyediaan sarana huniaN tetap (huntap) .
Menurut Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, anggaran tersebut berasal dari biaya tak terduga (BTT) hasil pergeseran beberapa kegiatan dalam APBD Kabupaten Bogor 2020.

“Intinya kami menganggarkan pascabencana ini di angka Rp92 miliar. Di antaranya untuk huntap dan huntara sekitar Rp41 miliar. Kami juga menganggarkan perbaikan rumah rusak sedang di angka Rp10 juta per unit dan rusak berat Rp25 juta per unit,” papar dia. 
Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan bahwa khusus anggaran untuk huntap hanya diperuntukkan bagi sarana pendukung seperti air bersih, jalan lingkungan, listrik dan sarana peribadatan. Karena, pembangunan huntap sendiri akan didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Seperti diketahui, lahan bekas tanaman kelapa sawit seluas 3,8 hektar milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Cikasungka di Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor akan dibangun sebanyak 223 unit huntap. Pembangunan huntap digarap langsung oleh Kementerian PUPR, dengan anggaran sekitar Rp50 juta untuk setiap satu huntara.

Namun, bupati menganggap lahan 3,8 hektar masih jauh dari kebutuhan yang diperkirakan mencapai 2.000 huntap. Hal itu membuat ia kembali mengajukan ke PTPN VIII Cikasungka untuk memperluas area relokasi menjadi 28,02 hektar.

Politikus PPP itu menerangkan, lahan seluas 28,02 hektar di Desa Sukaraksa itu diperkirakan hanya cukup untuk membangun 1.400 huntap, sedangkan sisanya 200 huntap akan dibangun di Desa Sukamaju dengan luas lahan 5,6 hektar.

Di samping itu, Pemkab Bogor juga mengajukan pembangunan 400 unit huntap di Desa Urug Kecamatan Sukajaya dengan luas lahan 10,3 hektar yang juga masih milik PTPN VIII Cikasungka.

“Di Sukajaya hanya sebagian kecil karena beberapa wilayah di Sukajaya tak boleh dibangun karena masuk zona merah seperti Desa Cileuksa, Cisarua, dan Pasir Madang,” imbuh dia. (ant)

suadm

Read Previous

Masih Saja Melanggar PSBB

Read Next

Pengelola Ruang Ramah Anak Jakarta Utara Salurkan Paket Sembako

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *