Stok Beras Sukabumi Surplus 92 Ton

Sukabumi, Pelitabaru.com
PERSEDIAAN beras di pasar-pasar tradisional dan gudang milik pemerintah di wilayah Kabupaten Sukabumi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama musim wabah Covid-19. Pemkab Sukabumi memperkirakan, persediaan beras pada bulan Mei yang akan datang masih surplus sekitar 92 ton.
Demikianlah disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sukabumi, H. Asep Sugianto pada High Level Meeting (HLM) TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) dalam mitigasi ekonomi di tengah wabah Covid-19 di Aula Dinas Peternakan, Bojongkokosan, Parungkuda, kemarin.
“Secara umum persediaan pangan produksi lokal mengalami surplus, namun untuk beberapa komoditas yang mengandalkan pasokan dari luar mengalami minus tapi stok di pasar masih cukup tersedia. Khusus untuk beras berdasarkan perhitungan akan terjadi surplus sekitar 92 ton di bulan Mei mendatang,” ujar Asep.
Pada rapat itu, Asep juga mengungkapkan bahwa di Kabupaten Sukabumi tidak terjadi panic buying  yang biasanya ditandai dengan aksi borong. Persediaan pangan pun tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Sukabumi terus berupaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Pengendalian inflasi juga berkaitan dengan usaha penanggulangan dampak ekonomi dari wabah Covid-19 yang menjadikan daya beli masyarakat menurun,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, H. Ardiana Trisnawiana mengatakan, jajarannya akan menjalankan rencana aksi bidang ekonomi sebagai jaring pengamanan sosial untuk menstabilkan ekonomi dan daya beli.
Selain ikut menjalankan program jaminan ketersediaan pangan, kata Ardiana, perangkat daerah yang dipimpinnya siap menggulirkan program pengembangan usaha dan padat karya.
“Kami juga memberikan dukungan pada program relaksasi pajak serta upaya lain yang fokus pada peningkatan daya beli masyarakat,” kata dia.
Merespon laporan TPID, Sekda Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri mengatakan, dari berbagai kemungkinan yang berhubungan dengan stabilitas ekonomi, minimal langkah yang harus dilakukan adalah mempertahankan daya beli masyarakat.
“Kita sudah mengetahui dampak Covid-19 melanda berbagai sektor. Oleh karena itu, kami akan menggencarkan program pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, juga meningkatkan pelaksanaan PHBS dan Germas,” ujar Iyos. (bud/gus)

suadm

Read Previous

Bandung Raya Kirim Pengajuan PSBB

Read Next

Wali Kota Depok Perintahkan Jajarannya Gencarkan Sosiaisasi PSBB

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *