DPRD Tangsel Jadi Sorotan, Paksakan Kungker Saat Pandemi Corona

Tangerang Selatan, Pelitabaru.com
DPRD Tangerang Selatan Provinsi Banten tengah menjadi sorotan. Itu setelah sejumlah anggotanya tetap memaksakan melakukan kunjungan kerja atau kunker di tengah wabah Corona.
Padahal saat ini Pemerintah kota Tangerang Selatan sudah akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran Covid-19 pada Sabtu (18/4/2020) mendatang.
Informasi yang didapat , anggota dewan yang ikut dalam kunker itu di antaranya berasal dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Tangsel, Putri Ayu Annisa, membenarkan jika sejumlah anggota fraksinya masih mengikuti kunker di sela pandemi corona. Dia menjelaskan, tujuan kunker tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Tangsel, sebagaimana dilakukan pula oleh fraksi partai lainnya. Karena itu, ia menepis anggaran anggota dewan mengabaikan ancaman wabah corona.
“Ya betul, karena kami menjalankan hasil Badan Musyawarah yang mengamanatkan dewan-dewan untuk tetap melakukan kunjungan kerja,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel.
Putri mengatakan, kunker anggota Fraksi PDIP tersebut dilakukan sesuai aturan untuk menghindari penyebaran virus corona. Meski begitu, ia tidak memberi tahu lebih terperinci berapa anggota, daerah tujuan, dan isu yang dijajaki selama kunker. Putri berdalih malah meminta wartawan mengajukan pertanyaan itu ke anggota fraksi lainnya yang disebutnya juga menggelar kunker.
“Saya enggak bilang semua fraksi melakukan kunker. Coba dikonfirmasi masing-masing fraksi. Ini kan hasil kesepakatan lembaga, bukan sepihak (Fraksi PDIP). Kalau sudah amanat lembaga, ya tentu kami harus jalankan,” kata Putri menjelaskan.
Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tangsel membenarkan kunjungan kerja yang dilakukan anggota DPRD Tangsel keluar daerah di masa pandemi Corona atau Covid-19.
“Badan musyawarah (Bamus) adalah badan yang tertinggi setelah sidang paripurna Bamus dan itu diputuskan berdasarkan rapat Bamus yang dilakukan bersama-sama dengan anggota Bamus dan Ketua, Wakil Ketua,” kata Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tangsel Chaerul Sholeh saat dihubungi, Selasa (14/3/2020).
Ia menambahkan, putusan melaksanakan kunjungan kerja merupakan urusan internal Bamus. Badan Musyawarah yang berhak menentukan apakah kunker dijalankan atau tidak dijalankan.
“Kalau PNS kan sesuai dengan surat edarannya atau aturan dari Wali Kota, kita tidak boleh jalan, artinya melakukan kunjungan kerja pun tidak diperbolehkan,” kata Chairul.
Keputusan anggota dewan yang tetap melakukan kunker saat virus corona mengganas disesalkan Ketua Umum Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB), Dodi Prasetya Azhari. Menurut Dodi, seharusnya anggaran legislator itu bisa dialokasikan untuk penanganan corona. 
“Saya kecewa sama anggota DPRD Tangsel itu. Pemerintah kan sudah mengimbau agar tidak dulu melakukan kegiatan di tengah wabah corona ini, kenapa mereka masih lakukan kegiatan yang sifatnya berkumpul,” kata Dodi.
Dia menilai, alasan kunker untuk menjalankan amanat Bamus DPRD Kota Tangsel terlihat mengada-ada. Pasalnya, keputusan Bamus bukan hukum yang mengikat dan harus dilaksanakan segera sehingga seharusnya kunker bisa ditunda sampai keadaan kondusif. Apalagi, dia menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel malah mengeluarkan kebijakan agar masyarakat diam di rumah selama wabah corona. “Di mana empatinya? Terlalu dipaksakan mereka. Jangan mentang-mentang mereka anggota dewan, bisa senak-enaknya. Harusnya mereka itu jadi panutan,” ujar Dodi.(ega/rep)
 

suadm

Read Previous

PT KAI Batalkan Enam Perjalanan KA

Read Next

Anggaran Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang Meningkat

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *