Jokowi Minta Update Korban Corona

Jakarta, Pelitabaru.com
Salah satu sebab penanganan corona di Indonesia dinilai lambat adalah soal keterbukaan informasi. Masyarakat tidak tahu berapa jumlah kasus yang sedang ditangani, berapa yang punya gejala, dan sebarannya di mana saja.
Dalam rapat terbatas hari ini, Presiden Jokowi meminta agar data-data terkait kasus corona tersebut diumumkan. Meski, perintah ini baru muncul setelah ada 4.241 orang positif corona di Indonesia.
“Harusnya ini setiap hari bisa diupdate dan lebih terpadu. Data terpadu menyangkut PDP, ODP, positif, yang sembuh, meninggal, jumlah yang sudah PCR berapa dan semuanya. Dan terbuka hasilnya sehingga semua orang bisa akses dengan baik,” ucap Jokowi membuka rapat, Senin (13/4/2020).
Jokowi berharap data itu terintegrasi antara semua kementerian dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dipimpin Doni Monardo.
“Semua kementerian masuk ke Gugus Tugas sehingga informasi itu semua ada. Baik mengenai jumlah PDP, ODP, positif, meninggal, sembuh, semua jadi jelas dan terdata dengan baik,” tuturnya.
Soal data, Gugus Tugas sudah membuat website https://www.covid19.go.id/situasi-virus-corona/ yang menyajikan data jumlah kasus positif, sembuh, meninggal, termasuk penambahannya, dan pasien yang dirawat.
Dalam data itu juga disebutkan jumlah kasus tiap provinsi, termasuk yang sembuh dan meninggal. Selain itu turut disebutkan penambahan kasus tiap hari baik yang positif, sembuh, dan meninggal.
Jika Jokowi membuka website itu, tentu tampak data yang dimintakan sebagian ada. Namun yang belum diumumkan adalah data tes PCR. Yaitu berapa yang sudah dites baik positif atau negatif, dan mereka yang sedang menunggu hasilnya. (kpr/bil)

suadm

Read Previous

12 Tahun, Akses Jalan Gunungkaramat Dibiarkan Rusak

Read Next

KASAL Sumbang Suplemen Untuk Satgas Covid-19 DENMA MABESAL

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *