Enam Kecamatan di Bekasi Terapkan PSBB Maksimal

Bekasi, Pelitabaru.com
Sebanyak enam kecamatan yang masuk zona merah penyebaran Corona virus disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara maksimal.
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan, enam kecamatan yang akan menerapkan PSBB maksimal adalah Kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Cibitung, dan Kecamatan Tambun Selatan.
“Informasinya saat ini Pak Bupati sedang mengumpulkan enam camat tersebut untuk membahas teknis penerapan PSBB maksimal di enam kecamatan itu,” katanya di Cikarang, Senin (13/4/2020).
Alamsyah menjelaskan, penerapan PSBB maksimal di enam kecamatan itu tidak berbeda jauh dengan penerapan serupa di DKI Jakarta serta wilayah perkotaan penyangga ibu kota.
Mulai dari pembatasan aktivitas warga seperti kegiatan pendidikan, pengecekan kesehatan warga yang keluar masuk, hingga penutupan tempat ibadah dan pusat budaya serta titik-titik konsentrasi kerumunan massa semisal pasar, stasiun, dan terminal.
“Kalau sarana pendidikan memang sudah kita liburkan sejak lama lalu pengecekan kesehatan nanti dibantu kepolisian dengan mendirikan cek poin di 10 titik strategis,” jelasnya.
Sementara di 17 kecamatan lain se-Kabupaten Bekasi rencananya penerapan PSBB yang akan dimulai besok akan dilakukan secara minimum hingga sedang.
“Perlakuannya berbeda dengan enam kecamatan yang masuk zona merah tadi. Ada yang minimum ada yang sedang tergantung tingkat penyebaran COVID-19 di kecamatan-kecamatan tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, akan melakukan penjagaan di 32 titik perbatasan yang ada Kota Bekasi oleh aparat gabungan selama PSBB diberlakukan.
Kadis Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar mengatakan, jalan yang dijaga meliputi jalan akses utama, akses transportasi. Seperti, terminal bus, stasiun dan jalan-jalan alternatif yang menuju perbatasan.
“Akses jalan yang menuju DKI Jakarta, Depok, Bogor, Kabupaten Bekasi. Juga akses jalan Kali Malang, Narogong, Cibubur, Jalan Juanda, Jalan Harapan Indah, gerbang Tol, Terminal, Stasiun dan akses jalan- jalan alternatif,” jelasnya.
Menurut Dadang, petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan Dishub ini akan memantau pergerakan manusia, pergerakan kendaraan pribadi, kendaraan barang maupun transportasi publik dengan ketentuan yang diberlakukan saat PSBB.
Disetiap perbatasan, semua pengendaran sepeda motor maupun mobil suhu tubuhnya akan dicek, pengendara wajib menggunakan masker. Sedang kendaraan roda empat atau kendaraan pribadi, maksimal boleh diisi tiga orang dan pembatasan penumpang pada transportasi publik juga akan diterapkan.
Ia berharap, masyarakat bisa mentaati setiap aturan yang diberlakukan saat PSBB.
“Ini menjadi ikhtiar kita bersama dan masyarakat harus mematuhi serta melaksanakan, agar Covid 19 tidak meluas. Semoga dengan dukungan masyarakat pencegahan COVID 19 ini bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (aji/ans/ant)

suadm

Read Previous

Pramuka Kwarda Banten Bagikan 300 Paket Sembako

Read Next

902 Kampung Siaga COVID-19 di Depok Terbentuk 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *