Jatah Bantuan Tidak Sepadan

Bogor, Pelitabaru.com
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat meminta kejaksaan mengawal bantuan masyarakat miskin baru terdampak pandemi COVID-19.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya menuturkan, sudah semestinya kejaksaan memantau program, pengalokasian anggaran, hingga realisasi.
Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan kekuasaan besar yang diamanatkan kepada kepala daerah oleh perppu itu.
Ia juga mengatakan, masing-masing daerah mendapatkan porsi berbeda sesuai dengan jatah yang ditetapkan oleh Pemprov Jabar. Seperti di Kabupaten Bogor. Bantuan dijatah untuk 100.012 kepala keluarga (KK) masing-masing senilai Rp500 ribu.
“Bantuan senilai Rp500 ribu itu diberikan dalam bentuk uang tunai senilai Rp150 ribu, dan paket bahan pokok makanan senikai Rp350 ribu,” kata politisi Demokrat itu.
Jatah tersebut, kata dia, sudah ditetapkan oleh Pemprov Jabar. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor menentukan siapa yang berhak menerima bantuan tersebut.
“Angka 100.012 orang itu sudah ditetapkan oleh Pemprov Jabar, tinggal penetapan orang per orangnya saja,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat itu.
Ia mengutarakan bahwa yang berhak menerima bantuan tersebut adalah warga miskin baru di luar penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Namun, anggota DPRD dari dapil V Kabupaten Bogor ini  menilai jatah tersebut tak sepadan dengan jumlah warga yang terdampak. Sehingga Pemkab Bogor selektif saat melakukan pendataan. Dengan demikian, bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.
“Jadi, dinsos, kecamatan, desa, hingga RT/RW harus jeli dalam memilih penerimanya. Karena sangat berisiko terjadinya gejolak di arus bawah, mengingat jumlah bantuan yang diberikan tidak sepadan dengan jumlah warga yang terdampak kehidupan ekonominya,” katanya.(ant/dkw)

suadm

Read Previous

Kabupaten Bogor Butuh 240 Tenaga Medis

Read Next

Pegawai Honorer Curi Ribuan Masker

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *