Walikota Depok Larang ASN Mudik

foto : Wali Kota Depok Mohammad Idris. (ANTARA/ Feru Lantara)

Depok, Pelitabaru.com

Upaya mencegah potensi penularan virus Corona atau Covid-19, Wali Kota Depok Mohammad Idris melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Depok untuk bepergian ke luar daerah atau mudik.

Keputusan ini berlaku sampai Indonesia dinyatakan bersih dari Covid-19. “Kami sudah keluarkan surat edaran Nomor 360/4619-BKPSDM tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Depok,” kata Idris, Rabu (8/4/2020).

Dikatakannya, apabila terdapat ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu melakukan kegiatan bepergian keluar daerah, maka yang bersangkutan harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari atasan masing-masing.

“Jika melanggar, ASN diberikan sanksi disiplin. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” terangnya.

Idris juga berpesan, agar ASN selalu menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah tanpa kecuali. Serta menyampaikan informasi yang positif dan benar (bukan hoaks) kepada masyarakat terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Pemakaian masker dinilai efektif untuk meminimalisasi  penyebaran COVID-19. Mudah-mudahan langkah yang kita lakukan, bisa memutus mata rantai penyebaran virus tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Depok melakukan gerakan sosial penggunaan masker kepada masyarakat melalui Surat Edaran (SE) Nomor 443/173-Huk/Dinkes.

Menurut dia guna menghentikan peningkatan penyebaran virus COVID-19 diperlukan langkah taktis yaitu dengan menggunakan masker medis atau kain ketika terpaksa beraktivitas ke luar.

“Salah satu dikeluarkannya SE itu juga dikarenakan menipisnya persediaan masker bagi tenaga medis dalam masa tanggap darurat ini,” katanya.

Dalam alam SE tersebut, masyarakat diajak untuk berkomitmen agar masker medis diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan. Adapun bagi masyarakat bisa menggunakan masker kain. “Masker kain dapat dibeli atau dibuat sendiri, dengan lapisan kain yang dapat dicuci, minimal dua lapis,” tuturnya.

Masyarakat diajak agar gerakan sosial ini terus dikampanyekan, baik secara pribadi, melalui komunitas maupun lembaga, termasuk mengoptimalkan keberadaan Kampung Siaga Covid-19 yang berada di lingkungan RW. (wan)

suadm

Read Previous

Bupati Harus Perhatikan Ketua RW dan RT Wilayahnya

Read Next

Mahasiswa STIE PGRI Turut Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *