Pasar Tradisional Diharapkan Berikan Layanan Daring 

Bandung, Pelitabaru.com
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyarankan agar para pedagang pasar tradisional mulai menggunakan sistem layanan secara online, saat melaksanakan transaksi dengan konsumen. Hal itu, sebagai salah satu solusi dalam upaya menepis kekhawatiran konsumen yang enggan berkontak langsung dengan massa ketika berbelanja di pasar tradisional.
Hal itu dikemukakan Kepala Disperindag KBB Ricky Riyadi, menyikapi keresahan sebagian masyarakat terkena virus Covid-19 saat berdesakan berbelanja di pasar tradisional.
“Di era digital ini, para pedagang harus pandai-pandai memanfaatkan layanan secara online. Saya kira, pedagang pasar tradisional juga bisa melakukan itu,” ujar Ricky, yang didampingi Kepala Bidang Perdagangan Disperindag KBB Asep M Azhar, di Ngamprah, Senin (6/4/2020).
Disperindag dalam hal ini membantu penyebaran informasi layanan transaksi secara online pasar tradisional dengan memajang daftar nama koordinatornya di Instagram (IG) Disperindag. Termasuk daftar harga berbagai kebutuhan di pasar tersebut.
Menurut Ricky, dibentuknya koordinator yang menjadi perwakilan pedagang tersebut, untuk memudahkan transaksi antara pedagang dengan pembeli.  Diungkapkannya, dari 9 pasar tradisional milik Pemkab Bandung Barat, kurang lebih ada 90 koordinator yang akan melayani pesanan kebutuhan masyarakat.
Sistem pengiriman barangnya, tergantung kesepakatan antara pedagang dan pembeli. Bisa menggunakan layanan ojek online (ojol) atau dikirim sama pihak pedagang langsung, tergantung kesepakatan mereka.
“Persoalan ini, tadi sudah saya bicarakan dengan para kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) pasar. Mudah-mudahan saja bisa berjalan lancar,” ucapnya.
Menyikapi tentang pembatasan jam operasional bagi pasar tradisional, Ricky menyatakan sejauh ini pihaknya belum mengintruksikan. Dalam pantauannya, pasar-pasar tradisional di KBB masih operasional seperti biasanya.
Hanya untuk perlindungan bagi pedagang dan pembeli, pihaknya mengimbau agar masyarakat patuh terhadap protokoler kesehatan. Masyarakat diminta menggunakan masker dan jangan lupa sering-sering mencuci tangan pakai detergen atau sanitazer supaya terhindar dari virus copid-19.
“Kita juga sudah menyemprot pasar-pasar itu dengan cairan desinfektan. Tinggal dikembalikan pada masyarakat sendiri untuk bisa memberikan perlindungan dirinya,” pungkas Ricky. (Hens)

suadm

Read Previous

4.300 Petani Dipertahankan 

Read Next

Pemkot Depok Dapat Bantuan Rp 1 Miliar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *