Bantuan Pemprov Jabar Rawan Salah Sasaran

Bogor, pelitabaru.com
Bantuan senilai Rp500 ribu yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, bagi keluarga rentan miskin akibat pendemi Covid-19, terindikasi bakal sarat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Adi, salah seorang warga Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor menuturkan bila bantuan yang digulirkan Pemprov Jabar ini rentan salah sasaran. “Itu dia masalahnya, di Desa Bojongrangkas, khususnya di wilayah RW 01 masih ada unsur KKN nya,” ujar dia kepada awak media, Senin (0/4/2020).
Menurut dia, meskipun bantuan ini rutin dari pemerintah pusat, namun bagi warga berstatus penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tidak dibenarkan menerima bantuan ini. Namun, penerima PKH setiap tahunnya akan tetap menerima bantuan secara tunai dan pangan dari pemprov.
“Sudah dapat yang rutin yakni PKH, masa sekarang dapat lagi,” ucapnya. 
Dikonfirmasi, Camat Ciampea Chaerudin Pelani mengatakan jika program bantuan tunai dan pangan akibat pendemi Covid-19 dari Pemprov Jawa Barat bagi masyarakat, masih dalam tahap pendataan.
“Bantuan itu kan masih tahap pendataan. Belum digulirkan anggarannya ko, jadi belum ada indikasi apapun,” kata dia.
Meski begitu, Ia berjanji akan menindak lanjuti keluhan warga agar penerima bantuan tunai dan pangan Itu bisa memperoleh manfaatnya tersebut. “Tapi akan tetap kita tindaklanjuti informasi ini, agar penyaluran bantuannya itu tetap sasaran tidak asal-asalan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau, bantuan tunai dan pangan senilai Rp500 ribu perbulan selama beberapa bulan akan diberikan kepada keluarga rawan miskin baru akibat dari pandemi Covid-19 terbagi tunai dan pangan.
Pemprov dan seluruh pimpinan fraksi dan komisi DPRD Jawa Barat menyepakati bantuan tunai dan pangan untuk keluarga yang terdampak oleh pandemi COVID-19. Anggaran sebesar Rp5 triliun, lanjutnya, akan digeser dari berbagai kegiatan/program. Dan semua difokuskan untuk menolong rakyat rawan miskin yang berkesusahan dalam situasi ini.
“Bantuan ini hanya untuk rawan miskin baru, tidak untuk para warga pemegang kartu sembako dan PKH,” pungkasnya.(rul)

suadm

Read Previous

Penyemprotan Stadion Pakansari Sesuai Prosedur

Read Next

Pemkab Bogor Pesan 1,5 Juta Masker

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *